Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saksi KPU Sebut Sirekap Sempat Diserang DDoS

📅 Rabu, 03 Apr 2024, 14:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saksi KPU Sebut Sirekap Sempat Diserang DDoS Doc: antarafoto
Ket. Saksi yang dihadirkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) RI, Yudistira Dwi Wardhana Asnar

JAKARTA - Saksi yang dihadirkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) RI, Yudistira Dwi Wardhana Asnar yang menjadi anggota Tim Pengembang Aplikasi Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi), mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut sempat diserang DDoS (distributed denial of service).

Dalam sidang lanjutan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (3/4), pengungkapan itu bermula ketika dia menyebut adanya klaim dari publik yang mengatakan bahwa tidak ada perubahan data Sirekap pada tanggal14 Februari 2024 mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.

Akan tetapi, berdasarkan fakta log-nya, data-data gambar tetap masuk mulai pukul 11.04 WIB, salah satunya untuk TPS 01, Marik May, Malabotom, Sorong, Papua Barat Daya. Suara yang masuk itu kemudian mulai meningkat pada pukul 18.30 WIB hingga hari berikutnya.

Yudistira mengungkapkan bahwa peningkatan suara secara signifikan yang terjadi pada petang hari itu terjadi karena aplikasi Sirekap diserang DDoS sejak pagi.

"Sebagaimana keterangan pers yang kami berikan, Sirekap dihantam DDoS sejak pagi dan baru bisa bangkitkan kembali pada pukul 18.30 WIB," ungkapnya.

Ia menyebut tim Sirekap di daerah-daerah juga dengan sigap kembali memasukkan data yang tertinggal secepat mungkin. Oleh karena itu, ada lonjakan suara perolehan untuk tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada waktu tersebut ketimbang hari biasanya.

"Biasanya yang masuk itu 100 atau 200 per menit, lalu begitu kami beres dengan urusan DDoS, langsung melonjak datanya," ujarnya.

Yudistira juga mengungkapkan bahwa ada dua hingga tiga DDoS yang menyerang Sirekap pada hari pencoblosan Pemilu 2024. Di akhir masa pemilu, DDoS yang mereka terima meningkat hingga tiga kali sehari selama satu pekan.

"DDoS itu bukan berasal dari negara-negara yang biasa kami duga, tetapi juga ada origin dari traffic-nya dari Eropa yang melakukan itu," kata dia.

Walaupun demikian, dia bersyukur Sirekap tetap berjalan lancar ketika proses rekapitulasi.

Agenda di dalam sidang lanjutan PHPU Pilpres 2024 pada hari Rabu adalah mendengarkan pembuktian dari KPU selaku pihak termohon dan Bawaslu.

KPU menghadirkan satu orang ahli dan dua saksi. Ahli yang hadir adalah Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, sedangkan saksi yang hadir adalah pengembang Sirekap dari ITB Yudistira Dwi Wardhana Asnar, S.T., Ph.D. dan Andre Putra Hermawan, S.T., M.Cs. dari Pusdatin KPU.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.