Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Rupiah Tidak Kian Terpuruk, BI Harus Menaikkan Suku Bunga

📅 Rabu, 03 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Indeks dollar AS pagi ini sudah bergerak di atas 105, yang pada perdagangan Senin (1/4) berada di kisaran 104.

Redam Pasar

Menanggapi depresiasi rupiah yang main dalam pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan otoritas moneter harus segera meredam kekhawatiran pasar dengan segera menaikkan suku bunga untuk menahan capital outflow yang terjadi.

"Pasar kan bergejolak karena penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang terjadi hari ini akibat kenaikan inflasi domestik yang mengundang kekhawatiran pasar terhadap laju perekonomian dalam negeri. Maka dari itu harus diredam, salah satunya dengan menaikkan suku bunga acuan, biar rupiah tidak tergerus makin dalam," papar Aditya.

Menurut Aditya, intervensi pasar hanya akan menjadi tindakan yang mubazir dan akan menghabiskan cadangan devisa tanpa memberikan solusi yang efektif dalam mengatasi masalah ini.

Dengan menaikkan suku bunga, BI dapat menarik minat investor untuk tetap menanamkan modalnya di Indonesia sehingga dapat mengurangi capital outflow yang terjadi. Selain itu, kenaikan inflasi juga dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Tindakan yang diperlukan saat ini adalah langkah yang lebih proaktif, seperti menaikkan suku bunga agar dapat menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah," kata Aditya.

Sementara itu, Direktur eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengaku sepakat menaikkan suku bunga sebagai instrumen paling efektif untuk menahan capital outflow. "Kalau operasi pasar, hanya akan menguntungkan spekulator di pasar," kata Esther.

Kendati demikian, dampaknya ke sektor riil harus diantisipasi karena suku bunga kredit juga akan naik mengakibatkan investasi akan melambat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.