Erdogan Akui Kekalahan Partainya dalam Pemilu Lokal Turki
📅 Senin, 01 Apr 2024, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis"Mereka ingin membuka pintu menuju iklim politik baru di negara kita."
Hormati Keputusan
Erdogan mengakui kemunduran pemilu dalam pidatonya di hadapan para pendukungnya di markas besar partainya.
"Sayangnya, kita belum memperoleh hasil yang kita inginkan," katanya kepada massa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tentunya kita akan menghormati keputusan bangsa. Kita hindari bersikap keras kepala, bertindak bertentangan dengan kemauan nasional, dan mempertanyakan kekuatan bangsa," imbuhnya.
Erdogan telah menjadi presiden sejak 2014 dan memenangkan masa jabatan baru pada Mei tahun lalu. Dia menyebut Istanbul sebagai "harta" nasional ketika melancarkan kampanyenya untuk merebut kembali kota tersebut.
Meski ia mendominasi kampanye, peran pribadinya tidak membantu mengatasi kekhawatiran yang meluas terhadap perekonomian negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semua orang khawatir tentang kehidupan sehari-hari," kata Guler Kaya, warga Istanbul berusia 43 tahun, saat dia memberikan suaranya.
"Krisis ini menelan kelas menengah. Kita harus mengubah semua kebiasaan kita," katanya. "Jika Erdogan menang, keadaan akan menjadi lebih buruk lagi".
Meskipun partai-partai oposisi terpecah menjelang pemilu, para analis meramalkan masa depan politik yang penuh badai bagi AKP dan sekutunya.
Berk Esen, seorang akademisi di Universitas Sabanci, mengatakan bahwa CHP telah mencapai "kekalahan pemilu terbesar dalam karir Erdogan".
"Meski persaingannya tidak seimbang, kandidat pemerintah kalah bahkan di kubu konservatif. Ini adalah hasil terbaik CHP sejak pemilu 1977," kata Esen di akun media sosialnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!