Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bantu Proses Belajar Mahasiswa, SA Perkenalkan Integrasi AI Pembelajaran

📅 Senin, 01 Apr 2024, 19:47 WIB | Oleh:
Bantu Proses Belajar Mahasiswa, SA Perkenalkan Integrasi AI Pembelajaran Doc: istimewa
Ket. CEO SOM AI, Nabil Raihan Alfarizi memperkenalkan kecerdasan buatan (AI) dalam dialog di kampus Sampoerna University, Jakarta.

JAKARTA - Sampoerna University (SA) memperkenalkan integrasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pengalaman pembelajaran mahasiswa. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan lulusannya agar mampu memaksimalkan manfaat dari penggunaan teknologi.

Dean of Faculty of Engineering and Technology Sampoerna University Surya Danusaputro Liman, Ph.D. menjelaskan, institusi pendidikan di Indonesia harus bertransformasi dan melakukan pendekatan inovatif. Hal ini diperlukan untuk menghadapi tantangan dan peluang seiring dengan kemajuan teknologi.

"Integrasi teknologi AI dalam pengalaman pembelajaran yang juga sudah diterapkan di Sampoerna University merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap lulusannya memiliki kemampuan dalam memaksimalkan manfaat dari penggunaan teknologi," katanya melalui keterangan tertulis Senin (1/4).

Ia menuturkan, pembelajaran AI sudah menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kurikulum yang dipelajari di Sampoerna University, khususnya di Fakultas Teknik dan Teknologi. Misalnya pada mata kuliah yang diajarkan pada jurusan Sistem Informasi dan Ilmu Komputer, SA mengajarkan topik- topik seperti predictive AI dan generative AI.

"Kurikulum pendidikan ala Amerika yang kami terapkan serta diwujudkan melalui kerja sama kami dengan University of Arizona, yang unggul dalam sumber daya dan keahlian pendidikan kelas dunia serta keunggulan dalam penelitian dan pengembangan, memberikan akses tambahan kepada mahasiswa kami untuk terlibat dalam lingkungan akademik yang mendukung inovasi dan eksplorasi di bidang AI," ungkap Surya.

Perkembangan teknologi di era disrupsi digital dan kehadiran teknologi AI memiliki hubungan yang erat dan saling mempengaruhi. AI mampu mempercepat proses transformasi digital dengan memproses dan menganalisis data secara cepat, sehingga memungkinkan institusi untuk mengambil keputusan dengan lebih cerdas dan responsif. Selain itu, AI juga mengemban peran utama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja manusia.

"Pengaplikasian teknologi AI juga memiliki peran penting lainnya di dunia pendidikan, khususnya bagi mahasiswa. Mahasiswa sering menghadapi sejumlah permasalahan yang kompleks dalam menyelesaikan tugas akhir dan skripsi mereka," ungkapnya.

Menurut riset yang dilakukan oleh Populix pada tahun 2023, ditemukan bahwa ada sebanyak 26 persen mahasiswa Indonesia yang kesulitan dalam mengumpulkan data skripsi, 22 persen mahasiswa yang mengaku kurang pendampingan dari dosen pembimbing, dan 17 persen mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menganalisis data skripsi.

CEO SOM AI, Nabil Raihan Alfarizi menyatakan, AI yang memiliki kemampuan pencarian informasi yang cepat dan akurat, dapat membantu mahasiswa mengakses sumber referensi yang relevan dengan mudah, mempercepat proses penelitian, dan mengembangkan ide-ide baru. SOM AI hadir sebagai teman yang sangat dekat dengan mahasiswa.

Mahasiswa dapat berdiskusi dengan SOM AI untuk mendapatkan jawaban dari setiap pertanyaan mereka dengan bahasa yangfriendly, santai, dan tidak kaku. Mereka cukup menuliskan pertanyaan yang sesuai konteks dan detail agar SOM AI bisa memberi jawaban yang akurat.

"Dengan begitu, kami berharap dapat membantu mahasiswa dengan mudah menyelesaikan penelitiannya, dan lulus tepat waktu," ungkap Nabil.

Di sisi lain, dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi digital, tidak dapat dipungkiri juga bahwa ancaman siber menjadi hal yang tidak dapat dihindari dan merupakan tantangan yang sangat nyata serta kompleks. Ancaman siber tidak hanya ditujukan kepada perusahaan besar, tetapi juga merambah ke bisnis kecil, organisasi pemerintah, dan bahkan individu.

Menurut riset yang dilakukan oleh BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dalam Laporan Honeynet Project, pada 2018 ada sekitar 12,8 juta serangan siber di Indonesia. Angka tersebut melonjak menjadi 98,2 juta serangan pada 2019.

Feri Harjualianto selaku Chief Cyber Officer Peris.AI mengatakan bahwa AI menjadi alat penting dalam meningkatkan keamanan informasi dengan mendeteksi ancaman siber yang lebih cepat. Teknologi ini juga dapat menganalisis pola perilaku yang mencurigakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.