Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Negara-negara Tidak Bisa Mencapai Kesepakatan soal Penanganan Pandemi

📅 Sabtu, 30 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Negara-negara Tidak Bisa Mencapai Kesepakatan soal Penanganan Pandemi Doc: RYAN LIM / AFP
Ket. Ketua Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation, Tedros Adhanom Ghebreyesus

JENEWA - Pembicaraan selama dua tahun yang bertujuan mencapai kesepakatan global penting mengenai penanganan pandemi di masa depan, gagal mencapai tenggat kesepakatan, Kamis (28/3), dan akan dimulai kembali pada bulan April untuk upaya terakhir.

Dikutip dari The Straits Times, negara-negara yang terdampak oleh Covid-19, yang menghancurkan perekonomian, menjungkirbalikkan masyarakat, melumpuhkan sistem kesehatan, dan membunuh jutaan orang, berupaya untuk membuat perjanjian internasional mengenai pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap pandemi ini.

Meskipun sebagian besar negara-negara tersebut sepakat mengenai prinsip-prinsip tentang apa yang harus dilakukan ketika pandemi berikutnya terjadi, negara-negara masih berselisih mengenai seberapa jauh mereka siap untuk mewujudkan gagasan tersebut menjadi komitmen yang mengikat.

Oleh karena itu, perundingan putaran kesembilan dan yang seharusnya merupakan putaran terakhir selama dua minggu berakhir pada tanggal 28 Maret tanpa menemukan terobosan. "Anda tidak lama lagi akan mencapai kesepakatan," kata Direktur Jendral Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepada negara-negara ketika perundingan berakhir di kantor pusat WHO di Jenewa.

"Saya selalu menjaga harapan tetap hidup, dan saya berharap Anda akan melakukannya. Perjanjian ini adalah instrumen penyelamat jiwa, bukan sekadar selembar kertas," tambahnya.

"Hal ini mempunyai kekuatan untuk mengubah respons kolektif kita terhadap pandemi di masa depan, untuk melindungi kehidupan dan menjaga kesejahteraan masyarakat."

Dia mendesak negara-negara untuk berupaya mencapai kesepakatan akhir pada akhir Mei.

Selesaikan Kesepakatan

Mengingat pandemi bisa terjadi kapan saja, rencananya adalah menyelesaikan kesepakatan dalam perundingan ini, sehingga bisa disetujui oleh 194 negara anggota WHO pada pertemuan tahunan mereka, yang dimulai pada 27 Mei. Sebaliknya, pembicaraan baru akan berlangsung dari 29 April hingga 10 Mei.

Biro Badan Perundingan Antarpemerintah atau Intergovernmental Negotiating Body (INB) yang melakukan pembicaraan akan menyusun rancangan teks baru paling lambat tanggal 18 April dan berupaya menyelesaikan pembicaraan pada tanggal 5 Mei.

Rancangan yang ada saat ini telah membengkak dari 30 halaman menjadi hampir 100 halaman, dengan adanya usulan amendemen. Beberapa peserta menginginkan INB memotongnya menjadi 20 halaman. "Ini terlalu lama," kata seorang diplomat Barat.

"Itu terlalu detail dan terlalu luas. Menyetujui 30 halaman dengan tingkat ketidakpastian seperti itu dalam waktu sesingkat itu adalah hal yang mustahil."

Kelompok-kelompok aktivis telah memperingatkan tekanan untuk mencapai kesepakatan dapat mengarah pada perampingan perjanjian yang tidak akan membuat dunia lebih aman dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Peneliti senior di LSM Jaringan Dunia Ketiga, KM Gopakumar, mengatakan draf baru itu kemungkinan akan menjadi dokumen yang lebih ringan, yang dapat ditambahkan pada tahap selanjutnya. "Mereka telah beralih dari perjanjian yang lengkap menjadi dokumen yang lebih ringkas," katanya di Markas Besar WHO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.