Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pebisnis Singapura Didorong Investasi ke Sektor Padat Karya 

📅 Jumat, 29 Mar 2024, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pebisnis Singapura Didorong Investasi ke Sektor Padat Karya  Doc: ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian
Ket. Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso (kiri) dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dalam Indonesia-Singapore Business Forum (ISBF) 2024, di Singapura, Rabu (27/3/2024).

JAKARTA - Investasi asing dinilai berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Karenanya, pemerintah terus aktif mendorong investor asing menanamkan modal ke dalam negeri.

"Dalam 10 tahun terakhir, investasi menjadi salah satu pendorong kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah tetap mengandalkan penanaman modal asing," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di sela penyelenggaraan Indonesia-Singapore Business Forum (ISBF) 2024, di Singapura, Rabu (27/3).

Dalam kesempatan itu, Airlangga menyarankan para pebisnis Singapura berinvestasi pada industri padat karya.

Menanggapi pertanyaan mengenai peluang investasi kawasan ekonomi khusus (KEK) ke depan, Menko Airlangga menggarisbawahi rencana pemerintah untuk terus mendorong pengembangan KEK di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk KEK di Bali yang memberikan peluang investasi yang menarik bagi investor Singapura.

"Di wilayah Sanur, terdapat hotel yang dikonversikan menjadi rumah sakit atau klinik kesehatan. Sementara di KEK Kura Kura terdapat peluang investasi di bidang pendidikan dan pariwisata," ujarnya pula.

Menghadapi tantangan ke depan, Menko Airlangga menggarisbawahi perlunya terus mengembangkan industri padat karya di samping industri padat modal, seperti industri tekstil dan fesyen. Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menjelaskan terkait sistem perpajakan dalam kabinet baru.

Dia memberikan ilustrasi tentang gagasan pembentukan lembaga perpajakan yang terpisah dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Saat ini otoritas perpajakan berada pada Direktorat Jenderal di bawah Kementerian Keuangan. Otoritas Perpajakan dapat saja terpisah menjadi lembaga tersendiri yang berada langsung di bawah Presiden, untuk menyeimbangkan checks and balances," katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.