Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Menteri Mundur, PM Inggris Rombak Terbatas Kabinet

📅 Kamis, 28 Mar 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Dua Menteri Mundur, PM Inggris Rombak Terbatas Kabinet Doc: CARL RECINE/AFP
Ket. PM Inggris, Rishi Sunak

BIRMINGHAM - Dua menteri Inggris, yakni Menteri Pendidikan Robert Halfon dan Menteri Angkatan Bersenjata, James Heappey, pada Selasa (26/3), mengajukan pengunduran diri mereka dari pemerintahan. Keduanya juga mengumumkan bahwa mereka tidak akan mencalonkan diri sebagai anggota parlemen pada pemilihan umum berikutnya, yang akan diadakan paling lambat 28 Januari 2025.

Pengunduran diri kedua menteri tersebut memaksa Perdana Menteri Inggris (PM), Rishi Sunak, menunjuk nama-nama baru melalui perombakan kecil di kabinetnya.

Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa Leo Docherty akan menjadi Menteri Angkatan Bersenjata yang baru, dan Luke Hall akan menjabat sebagai Menteri Pendidikan.

Heappey, yang menjadi anggota parlemen sejak 2015, mengumumkan niatnya untuk berhenti dari jabatannya sebagai anggota parlemen dan mundur sebagai menteri awal bulan ini.

Dalam surat pengunduran dirinya, Heappey memuji PM Sunak dan memastikan akan berkomitmen penuh hingga akhir masa jabatannya di parlemen. Dengan pengunduran diri tersebut, Sunak telah membuat beberapa perubahan lain pada peran pemerintahan.

Nus Ghani telah diumumkan sebagai Menteri baru untuk Eropa pada Departemen Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan. Sedangkan Kevin Hollinrake dipromosikan menjadi Menteri Negara pada Departemen Bisnis dan Perdagangan, tetapi dia juga tetap bertanggung jawab untuk urusan pos.

Selain itu, Sunak juga menunjuk Alan Mak menjadi Wakil Menteri Luar Negeri Parlemen pada Departemen Bisnis dan Perdagangan serta pada Kantor Kabinet.

Begitu pula dengan Jonathan Gullis dan Angela Richardson keduanya telah diumumkan sebagai Wakil Ketua Partai Konservatif Inggris.

Tinggalkan Uni Eropa

Sebelumnya, Sunak juga memicu pro dan kontra ketika menunjuk mantan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, kembali ke pemerintahan mengisi posisi Menteri Luar Negeri. Cameron menggantikan James Cleverly, yang menggantikan Suella Braverman sebagai Menteri Dalam Negeri yang baru.

Braverman mendapat kecaman akibat kebijakan imigrasinya dan kritik yang dilontarkannya terkait tindakan polisi pada serangkaian demonstrasi belum lama ini.

Pihak pemerintah mengatakan bahwa Cameron akan diangkat menjadi anggota House of Lords, majelis tinggi parlemen Inggris. Cameron memimpin pemerintahan Inggris pada 2010 hingga 2016. Dia mengundurkan diri setelah negara tersebut memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam sebuah referendum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.