Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mantan Ketua Asosiasi Sepak Bola Tiongkok Divonis Hukuman Seumur Hidup

📅 Rabu, 27 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Mantan Ketua Asosiasi Sepak Bola Tiongkok Divonis Hukuman Seumur Hidup Doc: AFP/HANDOUT/PENGADILAN RAKYAT MENENGAH HUANGSHI
Ket. Chen Xuyuan (tengah), mantan ketua Asosiasi Sepak Bola Tiongkok, berdiri saat persidangannya di Pengadilan Menengah Rakyat Huangshi di Kota Huangshi, Provinsi Hubei, Tiongkok.

BEIJING - Mantan Ketua Asosiasi Sepak Bola Tiongkok atau Chinese Football Association (CFA), Chen Xuyuan, pada Selasa (26/3), telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena menerima suap senilai 11 juta dollar AS.

Di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping, tindakan keras terhadap korupsi pejabat telah berdampak buruk pada industri olahraga Tiongkok, khususnya sepak bola.

Dikutip dari Radio France Internationale (RFI), sekitar 10 pemimpin senior dan eksekutif CFA, termasuk mantan pelatih tim nasional, Li Tie, telah dipecat dalam beberapa tahun terakhir.

"Mantan Ketua Chen Xuyuan memanfaatkan posisinya di CFA dan badan-badan lain untuk secara ilegal menerima sejumlah uang dari orang lain sebesar 81,03 juta yuan (11 juta dollar AS)," kata surat kabar People's Daily, yang dikelola Partai Komunis.

"Suap yang diterimanya sangat besar dan tindakannya sangat merusak persaingan dan ketertiban yang adil. Dia menyebabkan konsekuensi serius bagi industri sepak bola nasional," kata laporan itu.

Xi adalah seorang fanatik sepak bola yang mengaku memimpikan negaranya menjadi tuan rumah dan memenangkan Piala Dunia. Ambisi tersebut semakin menjauh setelah penyelidikan korupsi dan hasil mengecewakan selama bertahun-tahun di lapangan.

Kapten nasional, Zhang Linpeng, pekan lalu, mengundurkan diri dari sepak bola internasional karena "aib" hasil imbang kualifikasi Piala Dunia melawan Singapura, sebelum membatalkan keputusannya.

Chen memegang posisi lain di sepak bola sebelum menjabat sebagai Ketua CFA mulai 2019 hingga dia diselidiki pada Februari tahun lalu.

Menerima Uang

Pada bulan Januari, Chen muncul dalam sebuah film dokumenter di televisi yang mengaku telah menerima uang dari mereka yang ingin mendapatkan catatannya.

"Fans dapat menerima kenyataan bahwa kondisi sepak bola Tiongkok buruk, tetapi mereka tidak bisa memaafkan korupsi," kata Chen dalam film dokumenter tersebut.

Menurut kantor berita negara Xinhua, keputusan dalam kasus-kasus korupsi besar lainnya diperkirakan akan diumumkan pada hari Selasa. Ini termasuk nasib mantan pelatih Li, yang dekat dengan Chen.

Mantan gelandang Everton itu mengakui dalam film dokumenter bulan Januari bahwa dia menyuap hampir 430.000 dollar AS untuk mengamankan posisi itu dan juga membantu memperbaiki pertandingan ketika dia menjadi pelatih klub.

"Ada hal-hal tertentu yang pada saat itu merupakan praktik umum dalam sepak bola," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.