CEO Boeing akan Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Keselamatan
📅 Selasa, 26 Mar 2024, 10:03 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: RT/Getty Images/NurPhoto
JAKARTA - Presiden dan CEO Boeing Dave Calhoun telah mengumumkan akan mengundurkan diri pada akhir tahun ini ketika raksasa kedirgantaraan AS itu bergulat dengan dampak krisis 737 Max.
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari perombakan manajemen terbesar dalam sejarah perusahaan.
Dalam surat hari Senin kepada karyawan yang diposting di situs web Boeing yang dikutip RT, Calhoun mengatakan bahwa insiden tanggal 5 Januari ketika penutup pintu Alaska Airlines Penerbangan 1282 meledak di ketinggian 16.000 kaki adalah "momen penting"bagi perusahaan.
"Kita harus terus menanggapi kecelakaan ini dengan kerendahan hati dan transparansi penuh,"tulis Calhoun."Mata dunia tertuju pada kita, dan saya tahu bahwa kita akan melewati momen ini dengan menjadi perusahaan yang lebih baik."
"Kita akan tetap fokus menyelesaikan pekerjaan yang telah kita lakukan bersama untuk mengembalikan stabilitas perusahaan setelah menghadapi tantangan luar biasa selama lima tahun terakhir, dengan mengutamakan keselamatan dan kualitas dalam segala hal yang kami lakukan," kata Calhoun dalam suratnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Boeing pada awalnya merekrut Calhoun untuk menghadapi"masa sulit"bagi perusahaan tersebut, karena berupaya mendapatkan kembali kepercayaan publik setelah dua kecelakaan mematikan yang melibatkan pesawat 737 Max 8 pada tahun 2018 dan 2019.
Selain kepergian Calhoun, CEO Boeing Commercial Airplanes Stan Deal juga akan mengundurkan diri. Ketua Dewan Larry Kellner juga telah memberi tahu dewan, dia tidak berniat mencalonkan diri kembali pada rapat pemegang saham tahunan mendatang.
Standar produksi Boeing mendapat pengawasan ketat di seluruh dunia setelah terjadi ledakan di udara pada salah satu pesawat 737 MAX 9 miliknya. Pada tanggal 5 Januari, sebuah penerbangan Alaska Airlines menuju California dari Portland, Oregon, harus berbalik arah setelah panel pintu meledak pada ketinggian 16.000 kaki, melukai beberapa dari 171 penumpang di dalamnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) untuk sementara waktu melarang terbang seluruh jet 737 MAX 9 di AS untuk pemeriksaan keselamatan. Alaska Airlines mengatakan pihaknya menemukan baut yang lepas pada banyak pesawat Boeing di armadanya.
Audit keselamatan FAA terhadap proses pembuatan 737 MAX 9 dilaporkan menemukan lusinan kekurangan dalam kontrol kualitas, termasuk penggunaan sabun cuci piring dan kartu kunci hotel sebagai peralatan darurat.
737 MAX, pesawat terlaris Boeing, dilarang terbang oleh regulator penerbangan di seluruh dunia pada Maret 2019, setelah kecelakaan di Ethiopia dan Indonesia menewaskan total 346 orang. Pesawat-pesawat tersebut diizinkan untuk kembali beroperasi sekitar dua tahun kemudian, setelah perbaikan pada sistem kendali penerbangannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!