Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Basarnas Banten Bantu Pencarian Dua Anak Hanyut di Sungai Cisimeut

📅 Senin, 25 Mar 2024, 17:45 WIB | Oleh:
Basarnas Banten Bantu Pencarian Dua Anak Hanyut di Sungai Cisimeut Doc: ANTARA/HO/Basarnas Bengkulu
Ket. Ilustrasi - Anggota Basarnas Bengkulu saat mengevakuasi korban tenggelam.

Serang -- Basarnas Banten membantu pencarian dua anak kecil yang dilaporkan hilang diduga hanyut terbawa arus Sungai Cisimeut, di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, pada hari Minggu (24/3).

"Hari ini kami masih melakukan pencarian korban," kata Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Basarnas Banten, Heru Amir di Serang, Banten, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan kecelakaan yang membahayakan manusia yakni dua orang anak terseret arus di Sungai Cisimeut, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Peristiwa kecelakaan ini pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mendapatkan laporan BPBD Kabupaten Lebak pada Minggu (24/3) pukul 19.38 WIB.

Menurut keterangan saksi, kata Heru, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu pukul 15.00 WIB saat korban An. Asila (5 tahun) sedang melakukan kegiatan mandi di pinggir Sungai Cisimeut, lalu terlihat tenggelam dan berusaha ditolong oleh korban Akira (7 tahun).

"Namun gagal, kemudian keduanya terseret arus dan belum ditemukan sampai saat ini," kata Heru Amir.

Atas laporan itu, Heru mengatakan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten memberangkatkan Tim Unit Siaga SAR Pandeglang untuk melakukan pencarian terhadap kedua korban ke lokasi kejadian dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 16,39 Kilometer.

"Tim melakukan koordinasi dengan keluarga, warga dan unsur setempat hingga melakukan pemantauan dan pencarian di sekitaran LKP," kata Heru.

Heru mengatakan, pada operasi SAR hari ke-2 terhadap kedua korban yang diketahui berasal dari Kampung Babakan Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak itu, pencarian dilakukan dengan membagi 2 SRU yaitu SRU 1 melakukan pencarian dengan perahu karet dan motor tempel untuk menyusuri sungai ke arah hilir sejauh 5 KM.

"SRU 2 melakukan pengamatan secara visual dari pinggir sungai sejauh 5 KM ke arah hilir," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.