Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Perlu Jaga Kelancaran Distribusi Pangan

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 08:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Perlu Jaga Kelancaran Distribusi Pangan Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah perlu tetap memastikan kelancaran distribusi komoditas pangan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2024. Langkah itu dimaksudkan untuk menjaga inflasi selama perayaan hari besar keagamaan.

"Pada momentum kenaikan inflasi itu akan relatif terlihat terutama pada Ramadan dan lebaran nanti maka saya kira menjaga alur distribusi untuk komoditas pangan menjadi beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah dalam konteks menjaga inflasi," kata Peneliti ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf R Manilet di Jakarta, Rabu (20/3).

Beberapa komoditas pangan yang terpantau masih berada pada tren peningkatan diantaranya bawang merah, kemudian beras, gula pasir dan juga minyak goreng.

Peran dari tim pengendali inflasi daerah menjadi penting terutama untuk memantau alur distribusi dan peningkatan permintaan untuk beberapa barang di bulan Ramadhan dan Lebaran 2024.

Inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada Februari 2024 mencapai 2,75 persen di mana terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,75 pada Februari 2023 menjadi 105,58 pada Februari 2024.

Inflasi yang terjaga pada Februari 2024 merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

Langkah Strategis

Sebelumnya, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan dalam rangka menjaga inflasi IHK 2024 agar tetap dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus satu persen, pemerintah dan BI akan menempuh tujuh langkah strategis pengendalian inflasi 2024 yakni melaksanakan kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten dengan upaya mendukung pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Langkah strategis berikutnya adalah mengendalikan inflasi kelompok volatile food agar dapat terkendali di bawah 5 persen, dengan fokus pada komoditas beras, aneka cabai, dan aneka bawang.

Pemerintah juga sepakat untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan untuk memitigasi risiko jangka pendek, termasuk mengantisipasi pergeseran musim panen dan peningkatan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.