Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seluruh Tanggul Sungai di Kawasan yang Terkena Banjir di Demak dan Kudus Diminta untuk Dievaluasi

📅 Selasa, 19 Mar 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seluruh Tanggul Sungai di Kawasan yang Terkena Banjir di Demak dan Kudus Diminta untuk Dievaluasi Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Ket. Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, mendampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menaiki perahu saat meninjau lokasi banjir di Kabupaten Demak, Jateng, Senin (18/3/2024).

Semarang - Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana meminta seluruh tanggul sungai di wilayah tersebut dievaluasi seiring dengan terjadinya banjir di sejumlah daerah, seperti Demak dan Jepara.

"Tanggul-tanggul yang ada akan dievaluasi dan secara bertahap akan melakukan perbaikan," kata Nana di sela meninjau banjir di Kabupaten Jepara dan Demak, Jateng, Senin.

Berdasarkan data kejadian banjir dalam sepuluh hari terakhir di Jateng, salah satu penyebabnya adalah jebolnya tanggul sungai atau bendungan, seperti banjir di Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Demak, dan Jepara.

Karena itu, kata dia, seluruh tanggul sungai yang ada di Jateng perlu dievaluasi, sebagai langkah antisipasi tanggul jebol akibat tidak kuat menahan debit air yang tinggi.

Menurut dia, evaluasi itu perlu dilakukan mengingat berdasarkan informasi BMKG bahwa cuaca di Jateng selama sepekan ke depan masih berpotensi terjadinya hujan ekstrem.

Sebagai langkah pencegahan, kata dia, saat ini telah dilakukan penggunaan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengendalikan hujan hingga lokasi banjir benar-benar surut atau tanggul selesai ditutup.

Nana meninjau lokasi banjir bersama rombongan, termasuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),Dwikorita Karnawati.

Di Demak, Nana bersama rombongan mengecek kondisi tanggul Sungai Wulan yang jebol, sehingga mengakibatkan banjir yang kedua kalinya di lokasi yang sama setelah banjir pada awal Februari lalu.

Tak hanya Kabupaten Demak dan Jepara, banjir kali ini juga kembali merambah Kabupaten Kudus.

Baik di Demak, Jepara, dan Kudus, kata dia, sudah dilakukan penanganan dengan mengevakuasi pengungsi di puluhan lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah.

"Tempat evakuasi di Demak dan Kudus ada sekitar puluhan tempat pengungsian," kata mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Setiap terjadi bencana, kata Nana, langkah pertama yang selalu dilakukan adalah mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

Saat ini, Pemprov Jateng bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri dan instansi lainnya juga sudah menyiapkan berbagai pelayanan untuk pengungsi, mulai dapur umum, posko kesehatan, logistik, dan semua kebutuhan dasar masyarakat.

"Di sini masyarakat juga sudah banyak yang kembali ke rumah karena sudah surut. Tanggul juga akan ditutup dalam waktu dua hari," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa banjir di Jepara dan Demak sama-sama disebabkan oleh tanggul daerah aliran sungai (DAS) Wulanyang melintasi daerah tersebut jebol.

Menurut dia, banjir di Demak tersebut menjadi perhatian serius, karena melumpuhkan jalur pantai utara (Pantura) Jateng.

Yang jelas, kata dia, BNPB akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memperbaiki tanggul-tanggul sungai."Jangan sampai ada lagi tanggul yang tidak kuat, sehingga tidak mampu menahan debit air sungai yang tinggi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.