Mencairnya Gletser Thwaites Sebabkan Kiamat Pesisir
📅 Selasa, 12 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Alexandra Mazur/University of Gothenburg
Mencairnya gletser Thwaites sangat mengkhawatirkan lantaran dapat menyebabkan meningkat permukaan air laut yang menjadikan kiamat bagi masyarakat pesisir. Peneliti mengusulkan penggunaan jaring untuk menyelamatkannya.
Kenaikan permukaan laut beberapa meter mungkin kedengarannya tidak terlalu besar. Padahal jika permukaan laut meningkat dua kaki atau 0,6 meter saja, akan menjadi bencana besar terhadap masyarakat pesisir.
Kota-kota seperti New York, Miami, dan New Orleans, termasuk juga Jakarta dan wilayah lain di dunia, akan mengalami banjir dahsyat. Saat ini di seluruh dunia, ada 97 juta orang terancam tenggelam sehingga membahayakan rumah, komunitas, dan mata pencaharian mereka.
Salah satu penyebab kenaikan permukaan laut adalah mencairnya gletser. Sebagai contoh, jika gletser Thwaites mencair maka apa yang disebut dengan kiamat gletser (doomsday glacier) akan terjadi. Bukan hanya itu saja. Saat ini lapisan es Antartika yang sangat besar itu telah menghalangi air laut yang memanas untuk mencapai gletser lainnya.
Jika gletser Thwaites yang sangat vital runtuh, hal ini akan memicu aliran pencairan yang dapat menaikkan permukaan air laut sebanyak 10 kaki (tiga meter). Mencairnya Thwaites sejauh ini tercatat telah menyebabkan 4 persen kenaikan permukaan laut global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak tahun 2000, gletser Thwaites telah kehilangan lebih dari 1.000 miliar ton es. Namun ini bukan satu-satunya gletser yang bermasalah. Itu sebabnya para geoengineer berinovasi dalam teknologi yang dapat memperlambat pencairan gletser.
Strategi terbaru yang ditawarkan ilmuwan adalah memasang jaring bawah air. Pencetus idenya John Moore, ahli glasiologi dan peneliti geoengineering di Universitas Lapland, ingin memasang jaring bawah air raksasa sepanjang 62 mil.
Tujuannya Moore dengan masang jaring ini adalah untuk mencegah air laut hangat mencapai dan mencairkan gletser. Namun dia membutuhkan 50 miliar dollar AS atau sekitar 785 triliun rupiah untuk mewujudkannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu penyebab utama pencairan gletser adalah aliran air laut yang hangat dan asin jauh di dalam lautan. Arus hangat ini mengalir ke sisi gletser Thwaites yang mencairkan es tebal untuk menjaga tepian paparan agar tidak runtuh.
Ketika lautan memanas akibat perubahan iklim, arus yang mengganggu ini akan semakin mengikis gletser Thwaites sehingga semakin mendekati kehancuran total atau disebut dengan kiamat gletser tadi.
Moore dan rekan-rekannya mencoba mencari tahu apakah mereka dapat memasang jaring di dasar Laut Amundsen untuk memperlambat pencairan es. Secara teori, jaring ini akan menghalangi aliran arus hangat ke Thwaites untuk menghentikan pencairan dan memberikan waktu bagi lapisan es untuk menebal kembali.
Ini bukan pertama kalinya Moore menyarankan solusi pemblokiran ini. Ide jaring ini didasarkan pada solusi serupa yang diusulkannya pada 2018, yaitu memblokir air hangat menggunakan tembok besar. Tapi menurut dia, jaring adalah pilihan yang jauh lebih aman.
Baik tembok maupun jaring keduanya sama efektifnya dalam memblokade arus hangat, namun jaring akan lebih mudah dihilangkan jika perlu. Misalnya, jika jaring menimbulkan dampak buruk yang tidak terduga terhadap lingkungan setempat, jaring tersebut dapat dilepas dan didesain ulang.
"Intervensi apa pun harus menjadi sesuatu yang dapat Anda kembalikan jika Anda berubah pikiran," kata Moore dikutip dari Business Insider.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!