Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga TBS Terganggu, Petani Minta Solusi Pemerintah Solusi Pemerintah

📅 Selasa, 12 Mar 2024, 15:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga TBS Terganggu, Petani Minta Solusi Pemerintah Solusi Pemerintah Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Petani sawit

JAKARTA-Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP Apkasindo), Gulat ME Manurung dalam konferensi pers refleksi perjalanan petani sawit 2023 menyampaikan beberapa isu krusial mengenai industri sawit.

Didampingi Sekretaris Jenderal DPP Apkasindo, Rino Afrino, Gulat memaparkan beberapa isu mulai dari harga crude palm oil (CPO), bursa CPO, biodiesel dan hubungannya dengan harga tandan buah segar (TBS) petani, harga pupuk dan harga pokok produksi, penuntasan legalitas perkebunan sawit rakyat, program Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan hubungannya ke Rekomtek Dirjen Perkebunan, peremajaan sawit rakyat (PSR), PKS Mini dan Sarpras lainnya.

Selain itu, isu mengenai ancaman ISPO bagi Petani Sawit, pemberlakuan EUDR dan advokasi sawit, koordinasi dengan aparat penegak hukum, hingga seputar peningkatan sumber daya manusia serta program beasiswa sawit juga turut dibahas.

Menurut Gulat, petani sawit harus mendapat perhatian karena ikut menyukseskan program pemerintah. Partisipasi aktif 17 juta petani sawit misalnya telah berkontribusi mensukseskan pemilihan umum dan program pemerintah lainnya.

Berdasarkan catatan APKASINDO, dari tahun 2015-2023 diketahui rerata harga CPO Internasional Rotterdam dan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) setiap tahunnya menunjukkan dinamika yang tidak konsisten.

"Inkonsistensi ini bermula dari Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia," ujar Gulat.

Seperti tampak pada dinamika harga CPO tahun 2015 sampai tahun 2019 yang berkisar antara 3-11%, yang artinya pada kurun waktu 2015-2019 tidak terjadi kenaikan yang cukup berarti. Bahkan pada 2017-2019 terjadi penurunan rata-rata harga CPO sebesar 7,04%.

Akibat dari penurunan harga pada periode 2017-2019 ini praktis membuat harga TBS stagnan selama tiga tahun, rerata di harga Rp1.650/kg TBS.

"Dengan perbandingan harga Periode 2017-2019 dengan periode 2015-2016 diketahui rata-rata harga TBS petani justru lebih tinggi yaitu Rp1.6.75/kg," kata Gulat.

Fenomena lain yang menarik disimak yaitu harga CPO periode 2020 dibandingkan 2019 terjadi kenaikan harga CPO (Rotterdam) sebesar 21,21% dan kenaikan ini lebih tajam lagi tahun 2021 dibandingkan 2020 sebesar 59,54% dan periode 2022 kembali naik dibandingkan periode 2021, meskipun hanya 14,83%.

Rerata Harga TBS Periode 2020-2023 adalah sebesar Rp2.175, di mana puncak harga TBS tertinggi terjadi pad aperiode 2022 sebesar rerata Rp.2.450/kg (Harga CPO Rotterdam Rp19.780).

Gulat mengatakan harga CPO Rotterdam dengan harga CPO KPBN cenderung memiliki seirama meskipun terlihat terjadi perbedaan harga yang signifikan antara harga CPO Rotterdam dengan KPBN yang diakibatkan oleh beberapa faktor seperti beban bea keluar dan pungutan ekspor (levy) yang cenderung menekan harga CPO KPBN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

56 menit yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.