Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produktivitas Padi Kaltim Meningkat Jadi 3,9 Ton

📅 Senin, 11 Mar 2024, 17:32 WIB | Oleh:
Produktivitas Padi Kaltim Meningkat Jadi 3,9 Ton Doc: ANTARA/M Ghofar
Ket. Hamparan sawah di Lempake, Kota Samarinda, Kaltim.

SAMARINDA - Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur (DPTPH Kaltim) menyebutkan produktivitas padi di daerah ini mengalami kenaikan cukup baik, dari rata-rata 3,5 ton per hektare pada 2022 menjadi 3,9 ton per hektare pada 2023.

"Adanya kenaikan menjadi 3,9 ton gabah kering giling (GKG) per hektare ini menggambarkan bahwa petani Kaltim mulai sadar tentang pola intensifikasi dalam pengelolaan lahan pertanian," ujar Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisya Yana, di Samarinda, Senin.

Adanya perbaikan pola intensifikasi yang kemudian membuahkan hasil produksi lebih tinggi ketimbang sebelumnya, hal ini diyakini akan membuat semangat petani lebih menguatkan intensifikasi lagi dari pada ekstensifikasi (perluasan), walaupun perluasan lahan juga perlu jika tenaganya cukup.

Intensifikasi (optimalisasi lahan) yang telah dilakukan petani, antara lain dengan memaksimalkan pengelolaan lahan, perawatan tanaman, penanganan hama, teknik pemupukan, dan lainnya.

"Intensifikasi dari pemerintah pun terus kami lakukan, seperti saat krisis air, ditangani melalui sistem pompa, peningkatan saluran irigasi, pompa yang tadinya tidak sampai ke sawah, kami bantu. Kami salut dengan petani terkait pengairan sawah, karena selain ada bantuan dari pemerintah, petani juga turut swadaya agar pengairan sampai ke sawah," katanya pula.

Ditanya tentang produksi padi yang menurun, ia mengatakan bahwa penurunan produksi padi Kaltim disebabkan oleh turunnya luas panen, sebagai dampak dari perubahan iklim ekstrem, yakni kemarau panjang dengan panas tinggi, sehingga ada yang gagal panen dan ada petani yang tidak jadi menanam padi.

"Penurunan produksi padi Kaltim pada 2023, faktor utamanya bukan karena petani, tapi lebih pada faktor alam, yaitu dampak El Nino, sehingga ada petani yang membatalkan menanam dan ada yang gagal panen, dampaknya kemudian luas panen menurun," kata Yana.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Kaltim pada 2023 sebanyak 226.972,07 ton GKG, mengalami penurunan ketimbang 2022 yang sebanyak 239.425,34 ton GKG, atau turun 5,2 persen.

Penurunan produksi padi ini tentu segaris dengan penurunan produksi beras, yakni dari sebanyak 139.266,10 ton pada 2022 menjadi 132.022,44 ton beras pada 2023, atau turun 5,2 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.