Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pada Perayaan HUT ke-66, Haedar Nashir Dapat Hadiah Buku Jalan Baru Moderasi Beragama

📅 Selasa, 05 Mar 2024, 06:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pada Perayaan HUT ke-66, Haedar Nashir Dapat Hadiah Buku Jalan Baru Moderasi Beragama Doc: ANTARA//Youtube-TVMu Channel/Asep Firmansyah
Ket. Tangkapan Layar - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir saat menyerahkan buku “Jalan Baru Moderasi Beragama” kepada Wakil Presiden ke-10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla di Jakarta, Senin malam (4/3/2024).

Jakarta - Lembaga Kajian Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan PusatMuhammadiyah meluncurkan bukuJalan Baru Moderasi Beragama di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin malam.

Ketua Lembaga Kajian Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah Fajar Riza Ul Haqdalam keterangan resmi menjelaskan, buku setebal 528 halaman yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapa rekan, pemikir keislaman dan keindonesiaan.

"Sebagai salah satu hasil dari interaksi dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir baik secara fisik maupun pemikiran," katanya.

Menurut Fajar, buku itu ini berusaha membedah pemikiran Haedar Nashir tentang moderasi, bukan hanya dalam urusan beragama, tetapi juga yang lain termasuk kebangsaan dan lainnya.

"Peluncuran buku ini tidak semata-mata merayakan 66 tahun Pak Haedar. Tapi bagaimana kita mencoba merawat pemikiran moderat untuk bangsa ini," kata Fajar.

Peluncuran buku itu, juga dihadiri beberapa tokoh seperti Jusuf Kalla, Susi Pudjiastuti, Kardinal Suharyo, hingga Abdul Mu'ti.

Wakil Presiden ke-10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla menilai, pandangan moderat memang selalu dibutuhkan oleh bangsa yang majemuk seperti Indonesia. Bahkan juga dibutuhkan oleh umat beragama, sebab dalam agama juga terdapat perbedaan-perbedaan.

Tokoh asal Sulawesi Selatan ini juga sepakat dengan Muhammadiyah yang mengarusutamakan pendidikan karena rendahnya pendidikan dan sikap toleransi seringkali menjadi sekam kering yang mudah dibakar oleh kepentingan sepihak.

Realitas itu, kata JK,juga yang menjadi pemicu saat kerusuhan di Poso.

"Pendidikan dan hubungan kita dapat merubah itu dan dengan toleransi yang baik akan berguna bagi bangsa Indonesia," kata JK.

Moderasi dalam pandangan Haedar Nashir, dalam buku itu,adalah tidak lembek dan bukan tanpa kejelasan, melainkan suatu sikap eklektik, tidak ekstrim kiri atau kanan.

Selain itu, moderasi yang dalam istilah Agama Islam disebut dengan wasathiyah juga mengandung nilai sebagai keunggulan dibandingkan dengan yang lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.