Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Amerika Serikat Dorong DK PBB untuk Akhiri Perang di Sudan

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Amerika Serikat Dorong DK PBB untuk Akhiri Perang di Sudan Doc: ANGELA WEISS / AFPP
Ket. Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield berpidato pada pertemuan Majelis Umum PBB mengenai “wilayah pendudukan sementara Ukraina” yang menandai tahun kedua invasi Russia, di Markas Besar PBB, New York, AS, beberapa waktu lalu.

NEW YORK - Amerika Serikat (AS), pada hari Rabu (28/2), mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan guna membantu mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir setahun di Sudan antara tentara Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Dikutip dari The Straits Times, AS mengatakan pihak-pihak yang bertikai telah melakukan kejahatan perang dan RSF serta milisi sekutunya juga melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembersihan etnis. PBB mengatakan hampir 25 juta orang, setara dengan setengah populasi Sudan membutuhkan bantuan dan sekitar delapan juta orang telah meninggalkan rumah mereka dan kelaparan meningkat.

"Jelas ini adalah masalah perdamaian dan keamanan yang mendesak dan memerlukan perhatian lebih besar dari Dewan Keamanan," kata Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, dalam sebuah pernyataan.

"Dewan harus bertindak segera untuk meringankan penderitaan manusia, meminta pertanggungjawaban para pelaku, dan mengakhiri konflik di Sudan. Waktu hampir habis," katanya, tanpa merinci tindakan apa yang harus diambil oleh dewan beranggotakan 15 negara itu.

Tiga Pernyataan

Sejak perang meletus pada 15 April 2023, dewan tersebut hanya mengeluarkan tiga pernyataan pers yang mengutuk dan menyatakan keprihatinan terhadap perang tersebut. Hal serupa juga diungkapkan dalam sebuah resolusi pada bulan Desember yang menutup misi politik PBB, menyusul permintaan dari penjabat Menteri Luar Negeri Sudan.

Menurut laporan pemantau sanksi PBB, antara 10.000 dan 15.000 orang terbunuh di satu kota saja di wilayah Darfur Barat Sudan tahun lalu dalam kekerasan etnis yang dilakukan RSF dan milisi Arab sekutunya.

"Saya sangat kecewa karena tuduhan yang dirinci dalam laporan ini hanya mendapat sedikit perhatian, baik di dalam Dewan Keamanan PBB maupun di luar PBB," kata Thomas-Greenfield, yang mengunjungi kamp pengungsi di Chad dekat perbatasan dengan Darfur, Sudan pada September tahun 2017.

Pemerintah Sudan baru-baru ini melarang pengiriman bantuan melalui Chad, yang secara efektif menutup jalur penting pasokan ke wilayah Darfur yang luas, yang dikendalikan oleh RSF. Thomas-Greenfield menggambarkan langkah tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima karena mengancam jalur penyelamat yang kritis.

Reuters, tahun lalu, mencatat kekerasan yang ditargetkan secara etnis yang terjadi di Darfur Barat. Dalam ratusan wawancara dengan Reuters, para penyintas menggambarkan pemandangan pertumpahan darah yang mengerikan di El Geneina dan di rute 30 kilometer (18 mil) dari kota ke perbatasan dengan Chad ketika orang-orang melarikan diri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.