Wapres Ma’ruf Dorong Langkah Konkret Tingkatkan Kerja Sama RI-Selandia Baru
📅 Kamis, 29 Feb 2024, 14:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: wapresri.go.id
WELLINGTON - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menginginkan langkah konkret peningkatan kerja sama Indonesia-Selandia Baru.
Wapres mengatakan, setidaknya ada tiga poin penting sebagai langkah strategis yang dapat ditempuh untuk mempererat hubungan kedua negara.
"Saya ingin membahas tiga hal, yaitu kemitraan komprehensif, dialog lintas agama, dan kemitraan di kawasan Pasifik," kata Wapres saat bertemu Deputy Prime Minister (Wakil Perdana Menteri) yang juga Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters di Grand Hall New Zealand Parliament Buildings, Rabu (28/2).
Pertama, terkait kemitraan komprehensif, Wapres menegaskan Selandia Baru mitra penting Indonesia di kawasan Pasifik. Menurutnya, kemitraan komprehensif ini adalah instrumen strategis untuk meningkatkan kerja sama, mendorong implementasi konkret, terutama di bidang ekonomi dan pembangunan.
"Untuk itu, saya berharap dalam tahun ini kita dapat memperbarui Rencana Aksi 2020-2024 sebagai panduan implementasi kemitraan dimaksud," harapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satunya, Wapres menyambut baik upaya konkret memperkuat perdagangan kedua negara. Termasuk melalui kerja sama untuk produk halal, yang terus didorong kemajuannya melalui usulan Perjanjian Pengakuan Timbal Balik (Mutual Recognition Agreement (MRA).
"Saya juga mendengar rencana kunjungan Yang Mulia Perdana Menteri Luxon ke Jakarta tahun ini dan juga kunjungan Yang Mulia ke Jakarta dalam waktu dekat. Saya yakin kunjungan tersebut dapat semakin memperkuat kemitraan Indonesia dan Selandia Baru, dan dapat diikuti dengan berbagai langkah," ungkapnya.
Kedua, mengenai dialog lintas-agama, Wapres menyebutkan bahwa Indonesia sebagai negara majemuk sangat memperhatikan kerukunan antarumat beragama sebagai pilar penting keamanan, kestabilan, dan kesejahteraan bersama baik di tingkat nasional maupun global.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Namun masalah sosial ekonomi seringkali menjadi penyebab tumbuhnya ideologi ekstrem radikal, intoleransi, dan diskriminasi, terutama di kalangan pemuda," ujarnya.
Oleh sebab itu, Wapres mengapresiasi inisiatif Pemerintah Selandia Baru melalui Christchurch Call dalam menggalang upaya global melawan konten daring kekerasan dari kelompok ekstremis radikal.
"Dalam kaitan ini diperlukan pemberdayaan kelompok moderat melalui dialog lintas-agama guna merawat keharmonisan kedua negara kita," tuturnya.
Ketiga, terkait kemitraan di Pasifik, Wapres mengapresiasi dukungan Selandia Baru dalam implementasi ASEAN Outlook on Indo - Pasifik. Sebab, kesepakatan tersebut merupakan bentuk komitmen peningkatan kerja sama antara kedua negara untuk menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera.
"Kami juga berharap dukungan Selandia Baru bagi peningkatan peran Indonesia di kawasan Pasifik melalui Forum Kepulauan Pasifik atau Pacific Islands Forum (PIF)," tambahnya.
Terakhir, sebagai bagian integral dari wilayah Pasifik, Wapres menegaskan bahwa Indonesia dan Selandia Baru memiliki tantangan dan kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas kawasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!