Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Perang bagi Lingkungan: Pencemaran, Ranjau, dan Emisi

📅 Kamis, 29 Feb 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Perang yang berkobar dapat akan perhatian suatu pemerintah. Walhasil, perang dapat membatasi upaya suatu negara mengurangi emisi ataupun beradaptasi dengan perubahan iklim.

Bencana dapat diperparah oleh perang. Longsor besar di Kolombia pada 2017 menyebabkan 300 jiwa melayang. Mengapa begitu mematikan? Sebagian karena banyak orang yang pergi ke kota terdampak, Mocoa, untuk menghindari perang dan membuat rumah sementara yang tidak memiliki perlindungan terhadap bencana.

Kita juga mengetahui bahwa kematian akibat bencana meningkat di negara-negara yang dilanda konflik bersenjata.

Sektor militer adalah pengguna bahan bakar fosil global yang intens. Sektor ini bertanggung jawab atas 5,5% emisi global. Jika seluruh militer dunia berkumpul menjadi satu negara, maka kelompok ini merupakan penyumbang emisi terbesar keempat setelah Cina, Amerika Serikat, dan India.

Kita tak bisa lagi mengabaikan dampak berganda perang dan kerusakan lingkungan, termasuk perubahan iklim. Perang memperburuk kemampuan adaptasi iklim kita, dan kerusakan lingkungan akibat konflik akan memperburuk perubahan iklim.The Conversation

Stacey Pizzino, PhD Candidate, The University of Queensland; Jo Durham, Senior Lecturer in Disaster Risk Management and Health, Queensland University of Technology, dan Michael Waller, Senior Lecturer Biostatistics, The University of Queensland

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.