Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Lonjakan Inflasi, Pemprov Kepri Alokasikan 270 Hektare Lahan Budidaya Tanaman Cabai

📅 Kamis, 29 Feb 2024, 01:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Lonjakan Inflasi, Pemprov Kepri Alokasikan 270 Hektare Lahan Budidaya Tanaman Cabai Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) mengalokasikan 270 hektare lahan untuk budidaya tanaman cabai yang tersebar di tujuh kabupaten/kota setempat.

"Sampai saat ini, baru 100 hektare lahan yang telah dikembangkan untuk tanaman cabai," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Rabu.

Ansar menyebut pengembangan lahan budidaya cabai itu bertujuan memenuhi kebutuhan cabai masyarakat setempat. Kebutuhan cabai di Kepri per tahun mencapai 850 ton, sementara produksi petani cabai lokal baru bisa memenuhi kebutuhan sekitar 600 ton.

"Kekurangan250 ton, masih kita datangkan dari luar daerah, seperti Sumatera Utara, Aceh hingga Sulawesi," ujar Gubernur Ansar.

Ia menyampaikan bahwa saat ini memang terjadi kenaikan harga cabai di pasaran, khususnya cabai merah. Di Kota Tanjungpinang harga cabai merah dari yang biasanya sekitar Rp58 ribu per kilogram, naik menjadi Rp90 ribu per kilogram.

Kenaikan ini, kata dia, terjadi secara nasional dipicu berkurangnya produksi cabai dari daerah penghasil sebagai dampak dari fenomena El Nino.

Ia memastikan Pemprov Kepri bersama semua pemangku kepentingan terkait terus berupaya mengendalikan kenaikan harga cabai, salah satunya melalui subsidi transportasi mendatangkan cabai dari daerah penghasil ke Kepri.

Selain itu, juga mendorong para petani lokal meningkatkan produktivitas tanaman cabai, melalui penyaluran bantuan alat dan sarana pertanian, seperti pupuk dan bibit cabai.

"Konsentrasi kami ialah mengawal harga dan stok cabai tetap aman dan stabil terpenuhi, apalagi menyambut Ramadhan," ucap Ansar.

Selain itu, Ansar turut menyinggung kenaikan harga beras medium di pasaran yang berkisar Rp200 sampai Rp500 per kilogram. Kenaikan itu dinilai masih dalam batas wajar, karena beberapa daerah lain justru mengalami kenaikan yang lebih tinggi.

Contohnya, harga beras medium di Kepri sekitar Rp17 ribu per kilogram, sedangkan di Pulau Jawa ada yang tembus sekitar Rp20 ribu per kilogram.

Menurut dia, pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional terus melakukan intervensi pasar untuk menyeimbangkan harga pangan, yang salah satunya terus dilaksanakan Perum Bulog. Misalnya, pemerintah menggelar gerakan pangan murah (GPM) dengan mendatangi langsung ke permukiman penduduk atau tempat keramaian.

Selain itu, ada pula program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang disalurkan ke ritel modern, pasar tradisional hingga pasar induk.

"Bahkan jika diperlukan kita siap selalu menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga sembako, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat," kata Ansar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kroasia Matangkan Jalur Cepat Penempatan PMI

47 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Kroasia Matangkan Jalur Cep...
Luar Negeri
Rekor Suhu Terpanas Ceko-Je...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah,  Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah, Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.