Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Jatim Beri Santunan Rp 10 Juta pada Petugas yang Meninggal saat Pemilu

📅 Senin, 26 Feb 2024, 16:17 WIB | Oleh:
Pemprov Jatim Beri Santunan Rp 10 Juta pada Petugas yang Meninggal saat Pemilu Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, memberikan keterangan pada wartawan, Senin (26/2).

SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, pada Senin (26/2), mengatakan, Pemprov Jatim memberi perhatian khusus kepada 75 orang petugas yang meninggal saat pelaksanaan pemilu 2024. Para petugas yang meninggal saat berkegiatan tersebut masing-masing menerima santunan sebesar 10 juta rupiah.

"Sebagai apresiasi, rasa duka kita untuk meringankan beban sedikit, kita bisa cover semuanya (75 orang), kita alokasikan sesuai dengan Pergub nya 10 juta per orang," ungkapnya usai menerima kunjungan duta besar Kanada untuk Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Adhy menjelaskan, dana santunan diambil dari mekanisme bantuan pegawai tidak tetap (PTT) dan disalurkan kepada para petugas petugas KPPS, baik yang berada dalam naungan KPUD dan Bawaslu.

"Juga ada dari petugas keamanan, saksi dua orang, maupun warga yang meninggal saat pemilu," tambahnya.

Selain santunan dari Pemprov Jatim, lanjut Adhy, para petugas yang meninggal juga mendapatkan santunan dar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebesar 40 juta rupiah per orang.

Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi menuturkan, bahwa Pemprov Jawa Timur sudah menganggarkan untuk pemberian santuan kepada petugas yang meningal. Dan hal tersebut memungkinkan karena ada dalam aturannya.

"Aturan penganggaran itu bisa dengan menggunakan bantuan, dari total semua 75 orang baik dari petugas KPPS, bawaslu, juga ada yang terkait dengan petugas pengamanan dan ada saksi juga dua orang maupun warga yang meninggal pada saat Pemilu. Kita bisa cover semua " ujar Adhy Karyono.

Mantan pejabat Kemensos tersebut menambahkan bahwa apa yang dilakukan tersebut sebagai bentuk penghargaan, karena petugas-petugas ini sebetulnya berjasa untuk kelancaran pemilu.

Berdasarkan data dari KPU Jawa Timur, mereka yang meninggal rata rata mempunyai penyakit bawaan. Ada yang meninggal di rumah, tempat pemungutan suara dan juga rumah sakit. Mereka kelelahan karena melakukan kegiatan yang menyita tenaga mereka baik sebelum pemilu atau saat pemungutan suara.

" Ya karena memang ada sakit bawaan karena memang mengurus Pemilu itu bukan hanya satu hari saja tetapi sebelumnya kurang tidur ada yang riwayat jantung, aada penyakit lain " pungkas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

9 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.