Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akademisi: Pemerintah Perlu Mempermudah Akses Lahan Petani Milenial

📅 Senin, 26 Feb 2024, 16:25 WIB | Oleh:
Akademisi: Pemerintah Perlu Mempermudah Akses Lahan Petani Milenial Doc: Antara/Ari Bowo Sucipto
Ket. Petani milenial memanen selada di kebun hidroponik Zakina Farm, Malang, Jawa Timur, Kamis (15/2).

Jakarta -- Indonesia menghadapi ancaman krisis pangan akibat fenomena degradasi petani yang tercipta lantaran penurunan minat generasi muda untuk mengelola lahan-lahan produktif dan lebih memilih pekerjaan nonpertanian.

Akademisi Sekolah Tinggi Pertahanan Nasional (STPN) Dwi Wulan Pujiriyani mengatakan kemudahan akses terhadap lahan dapat membangun motivasi generasi milenial untuk bertani.

"Orang muda kembali untuk bertani atau istilahnya tertarik untuk pertanian, salah satu syarat utama adalah lahan pertanian atau tanah," ujarnya dalam forum diskusi budaya yang dipantau di Jakarta, Senin.

Wulan menuturkan program petani milenial yang ditawarkan pemerintah berupa pelatihan, pendamping, dan sebagainya dari proses produksi sampai pasca produksi juga perlu ditambah dengan pemberian akses lahan kepada para generasi muda.

Menurutnya, pemerintah bisa memfasilitasi program petani milenial itu melalui dukungan penyewaan lahan untuk kelompok milenial.

"Saya kira ini menjadi satu hal yang penting dan bisa dilakukan karena syarat utama untuk menjadi petani harus punya tanah atau lahan," kata Wulan.

"Meskipun kita tidak kemudian mengarah kepada skala usaha tani minimum untuk pertanian padi misalnya harus 1-2 hektare, tidak seperti itu. Tetapi memastikan bahwa akses terhadap lahan ini menjadi hal yang utama," imbuhnya.

Lebih lanjut Wulan mencontoh proses reagrarianisasi yang terjadi di Jepang. Penduduk Jepang semula tidak bertani atau tidak berasal dari keluarga petani, namun mereka punya akses terhadap lahan entah dari membeli atau yang lain (penyewaan).

Oleh karena itu, pemerintah juga perlu memberikan dorongan dan motivasi kepada kelompok milenial dengan memastikan akses terhadap lahan pertanian.

Selain akses lahan, pemerintah juga perlu memberikan insentif kepada milenial dengan memastikan pengaplikasian model pertanian modern untuk mendorong proses-proses pertanian yang lebih modern dan bisa menghasilkan pangan secara maksimal.

Tokoh panutan ataurole modeldari generasi milenial yang sukses dalam aktivitas pertanian kita perlu diangkat untuk menumbuhkan motivasi kelompok milenial lain agar mau ikut mengelola lahan pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.