2 Tahun Perang di Ukraina, 2 Hal Ini Selimuti Narasi Pro-Russia di Indonesia
📅 Minggu, 25 Feb 2024, 10:46 WIB | Oleh: Tim PenulisSolidaritas untuk menggalang dukungan publik
Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengoreksi keyakinan yang salah ini?
Disinformasi memang sangat sulit dikoreksi. Mengoreksi kepercayaan konspirasi bahkan lebih rumit, dan teknik intervensi yang saat ini tersedia bisa dikatakan nyaris tidak efektif.
Namun, masih ada harapan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepanjang sejarah, masyarakat Indonesia selalu berdiri membela mereka yang tertindas. Ini misalnya terlihat dari bagaimana masyarakat Indonesia menunjukkan solidaritas untuk rakyat Palestina.
Perlu dicatat bahwa saya tidak bermaksud menyamakan genosida Palestina dengan invasi Ukraina. Kedua krisis kemanusiaan ini memiliki konteks yang sangat berbeda.
Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah menemukan kesamaan dengan orang-orang Ukraina, dan itu tidak mudah. Kebanyakan orang Indonesia mungkin tidak pernah mendengar tentang Ukraina sampai perang dimulai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, orang Indonesia dapat dengan mudah mengekspresikan solidaritas dengan Palestina karena memeluk agama yang sama. Nilai-nilai dan identitas yang sama adalah sarana yang ampuh untuk membangun rasa percaya, mendorong kita untuk saling menyapa, dan menunjukkan solidaritas.
Masyarakat Indonesia perlu mengetahui bahwa invasi ini juga berdampak pada Muslim Ukraina. Di saat Rusia menggunakan figur pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov untuk menggalang dukungan dari negara-negara Muslim, kelompok Muslim Tatar di Krimea dan Chechnya mengangkat senjata untuk mempertahankan Ukraina sebagai tanah air mereka.
Singkatnya, karena umat Islam berperang di kedua belah pihak, menekankan solidaritas universal dengan semua orang yang tertindas mungkin dapat membantu untuk menggalang dukungan publik untuk mewujudkan perdamaian di Ukraina.![]()
Rizqy Amelia Zein, Lecturer in Social Psychology, Universitas Airlangga
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!