Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

2 Tahun Perang di Ukraina, 2 Hal Ini Selimuti Narasi Pro-Russia di Indonesia

📅 Minggu, 25 Feb 2024, 10:46 WIB | Oleh: Tim Penulis

Inilah sebabnya mengapa latar belakang Zelenskyy sebagai seorang Yahudi sangat berguna bagi mesin disinformasi Rusia-komponen ini sangat ampuh untuk menghasut audiens di Indonesia. Dua contoh dari narasi ini adalah sebuah video TikTok yang viral dan sebuah tweet di X (dulunya Twitter) yang menyoroti latar belakang Zelenskyy. Komentar-komentar yang mengikutinya kebanyakan mendiskreditkan kompetensi Zelenskyy ("seorang pelawak bukan pemimpin") dan karakternya ("orang Yahudi suka menipu dan pengecut").

Retorika antisemit

Di Indonesia, persepsi publik tentang karakter Zelenskyy, anehnya, kerap bercampur dengan pandangan antisemit.

Memanfaatkan retorika antisemit untuk mempromosikan narasi pro-Rusia tampak tidak masuk akal, karena orang Yahudi di Indonesia adalah minoritas yang nyaris tak terlihat. Namun sepertinya keyakinan terhadap konspirasi antisemit tidak membutuhkan keberadaan fisik seorang Yahudi.

Survei yang kami lakukan mengukur beberapa variabel yaitu faktor kepribadian dan profil kognitif. Kami juga bertanya kepada para responden apakah mereka menginginkan seseorang yang "kuat" sebagai pemimpin dan bagaimana perasaan mereka terhadap Barat. Tentu saja, kami juga mengukur tingkat kepercayaan mereka terhadap teori konspirasi antisemit.

Temuan kami menunjukkan bahwa kepercayaan konspirasi antisemit memiliki hubungan kuat dengan kecenderungan untuk mendukung narasi pro-Rusia, jauh di atas variabel kepribadian atau profil kognitif yang secara teoritis terkait dengan sikap sosial dan politik yang ekstrem.

Hal ini tidak terlalu mengherankan. Kepercayaan konspirasi tentang Yahudi ternyata telah ada cukup lama di Indonesia. Kepercayaan ini awalnya diperkenalkan pada tahun 1950an oleh para ulama Islam yang pernah tinggal di Timur Tengah, kawasan yang kerap mempolitisasi retorika semacam ini.

Beberapa media cetak berbasis Islam, seperti Media Dakwah, Suara Hidayatullah, Sabili, dan Republika juga pernah memopulerkan narasi ini dari tahun 1980-an sampai 2000-an. Narasi antisemit juga ditemukan di sebuah manuskrip dari abad ke-17.

Keyakinan konspirasi antisemit juga rentan dipolitisasi. Salah satu contohnya adalah mantan Presiden Suharto yang menuduh konspirasi Yahudi global berperan dari balik layar untuk menjatuhkannya.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kepercayaan konspirasi antisemit tidak boleh disamakan dengan gerakan antizionisme. Kepercayaan konspirasi antisemit merupakan prasangka ekstrem, dan tanpa disertai bukti, yang meyakini bahwa orang-orang Yahudi secara diam-diam berkonspirasi untuk mengendalikan dunia, sementara antizionisme bertujuan untuk memprotes dan menentang eksistensi negara Israel.

Keinginan untuk dipimpin "orang yang kuat" juga menjelaskan kecenderungan mempercayai narasi pro-Rusia, tetapi ukuran korelasinya hampir empat kali lebih kecil daripada kepercayaan konspirasi antisemit.

Dengan demikian, tidak heran jika orang yang percaya pada teori konspirasi antisemit cenderung cepat terhubung dengan narasi pro-Rusia.

Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini bersifat korelasional, dan dengan demikian, hubungan tersebut tidak dapat ditafsirkan sebagai hubungan sebab-akibat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.