Komeng Masuk Senayan, Bukti Efektifnya Strategi Komedi di Dunia Politik
📅 Sabtu, 24 Feb 2024, 13:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Dedhez Anggara
Lingga Utami, Universitas Pendidikan Indonesia
Hadirnya komedian ternama Indonesia, Alfiansyah atau yang dikenal publik sebagai Komeng, sebagai salah satu kandidat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan Jawa Barat pada kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sempat menyita perhatian publik.
Berpose dengan gaya nyelenehnya yang khas, foto yang ia gunakan dalam surat suara sukses mencuri perhatian bahkan meraih dukungan masyarakat. Berdasarkan hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga 22 Februari 2024 suara yang berhasil diperoleh Komeng adalah sejumlah 2.013.135 suara (20,04% dari total jumlah suara DPD yang sudah masuk, yaitu sebesar 60,57%).
Sontak situasi politik yang didominasi oleh ketegangan dan perdebatan antara kelompok-kelompok dengan pandangan politik yang berbeda berubah menjadi hiburan.
Pergeseran citra politik
Sebaiknya Anda baca juga:
Sosok Komeng sebagai salah satu calon wakil rakyat ini berbeda dari promosi politik konvensional. Saat calon wakil rakyat lainnya menggunakan berbagai strategi untuk membuat personal branding diri mereka melalui berbagai promosi kampanye, mulai dari membangun citra di media sosial, kampanye door-to-door hingga pemasangan baliho, Komeng membawa nuansa baru dalam branding politik.
Citra Komeng sebagai komedian telah melekat sejak lama dan secara tidak langsung menjadi identitas sosial dirinya. Karakteristik Komeng yang humoris memberikan sebuah stimulus afektif terhadap para pemilih yang kemudian melahirkan interaksi positif. Dampak positifnya adalah meningkatnya hubungan sosial di antara Komeng, dalam kapasitasnya sebagai calon wakil rakyat, dan masyarakat.
Foto Komeng di surat suara, misalnya, menjadi salah satu aspek yang tidak hanya menciptakan kegembiraan pesta politik ini, tetapi juga berhasil merangsang keterlibatan emosional dari pemilih. Viralnya foto Komeng ini secara tidak langsung berhasil mengubah persepsi masyarakat terhadap citra tradisional politik yang kerap dianggap kaku dan serius.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komeng telah menghadirkan panggung entertainment politics (politik hiburan) di tengah persaingan politik yang sengit. Konsep politik hiburan, yang menonjolkan keceriaan di tengah ketegangan politik semacam itu, mampu menciptakan resonansi emosional-bahkan menciptakan hubungan emosional yang kuat di kalangan pemilih, meraih simpati publik, dan pastinya membuat Komeng mampu menunjukkan eksistensi diri di bursa politik.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, dalam pendekatan entertainment politics, penggunaan humor bisa menjadi cara yang sangat persuasif untuk menyampaikan pesan yang menarik perhatian, meningkatkan daya ingat, dan memobilisasi emosi audiens.
Dalam era modern ini, dunia politik memang mengalami perubahan dinamis, termasuk dalam hal cara politikus membangun citra mereka di mata masyarakat.
Kemampuan untuk mengelola citra dan kehadiran publik kini menjadi kunci sukses dalam arena politik. Politikus tidak hanya diukur pada keahlian retorika atau penampilan fisik semata, tetapi pada citra yang dianggap autentik di mata masyarakat.
Calon presiden (capres) Prabowo Subianto, misalnya, yang sebelumnya terkenal dengan citra serius, kini dikenal dengan citra "gemoy" (imut menggemaskan), menciptakan kesan yang lebih akrab dan terhubung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ada pula gaya kampanye calon wakil presiden Muhaimin Iskandar yang dikenal dengan "Slepet Imin" dan strategi capres Anies Baswedan dalam membuka sebuah ruang demokrasi yang partisipatif bernama "Desak Anies". Cara-cara semacam itu telah mengubah citra kampanye politik menjadi lebih terbuka bagi masyarakat.
Komedi dalam politik
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!