Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sulit Atasi Kemiskinan jika Disparitas Pendapatan Masih Lebar

📅 Jumat, 23 Feb 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sementara orang miskinnya, notabene sebagian besar berprofesi sebagai petani juga justru tidak terlalu menikmati kenaikan dari harga pangan. Apalagi, mereka membeli pangan juga di pasar yang harganya masih tinggi.

"Apalagi pangan, khususnya beras, yang menekan daya beli orang miskin," tegasnya

Faktor kedua, papar Bhima, adalah menurunnya harga komoditas perkebunan yang tentu akan berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan terutama di luar Pulau Jawa," kata Bhima.

Ketiga, anggaran untuk program pengentasan kemiskinan sempat meningkat terutama bansos, lalu anggaran bantuan pangan, bansos beras, tetapi problemnya ini lebih berkaitan dengan siklus anggaran di tahun pemilu atau politik, sementara ketika bansosnya sudah mulai dikonsumsi, maka mereka kembali menjadi orang miskin. "Jadi bansos itu hanya temporer saja," tegasnya.

Untuk keluar dari kemiskinan memerlukan lapangan kerja, sementara persaingan juga ketat dan persediaan semakin terbatas dan yang terbuka ialah lapangan kerja di sektor informal yang porsinya lebih 50 persen dari total angkatan kerja. Itu yang membuat sulit bagi orang miskin meskipun sudah bekerja akan meningkat pendapatannya dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Status Siaga Kekeringan Met...

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Cincinnati Open, Area Sial ...
Olahraga
Brentford Kalahkan Tottenha...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.