Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Kembali Serang Misil Huthi

📅 Jumat, 23 Feb 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Kembali Serang Misil Huthi Doc: AFP/Ozan KOSE
Ket. Sasaran Serangan l Kapal kargo Rubymar saat berlayar memasuki Bosphorus, Laut Hitam, Istanbul, pada November 2022 lalu. Pada Minggu (18/2) lalu. kapal ini jadi target serangan misil Huthi dan mengalami kerusakan berat hingga ditinggalkan oleh awak kapalnya.

WASHINGTON DC - Militer Amerika Serikat (AS) pada Rabu (21/2) menyatakan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan pertahanan diri terhadap misil Huthi dan meluncurkan serangan balik ke wilayah yang dikuasai pemberontak di Yaman yang selama ini menimbulkan ancaman terhadap pelayaran komersial dan pasukan angkatan laut di Laut Merah.

Kelompok Huthi yang didukung Iran dan menguasai sebagian besar wilayah Yaman yang dilanda perang, telah mengganggu jalur pelayaran penting tersebut sejak November lalu dalam sebuah kampanye yang mereka katakan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza selama perang Israel-Hamas.

"Sebelum fajar Rabu waktu Sanaa, pasukan Komando Pusat AS melakukan empat serangan pertahanan diri terhadap tujuh misil jelajah antikapal milik Huthi dan menyerang satu peluncur misil balistik antikapal bergerak yang siap diluncurkan menuju Laut Merah," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan di platform media sosialX.

Militer AS juga mengatakan bahwa pihaknya pun telah menembak jatuh sistem pesawat tak berawak serangan satu arah.

"Pasukan CENTCOM mengidentifikasi misil, peluncur, dan UAS yang berasal dari wilayah Yaman yang dikuasai Huthi dan menetapkan bahwa mereka menimbulkan ancaman terhadap kapal dagang dan kapal Angkatan Laut AS di wilayah tersebut," kata CENTCOM.

Serangan di Laut Merah telah meningkatkan premi asuransi bagi perusahaan pelayaran, memaksa banyak perusahaan untuk menghindari Laut Merah, rute penting yang biasanya membawa sekitar 12 persen perdagangan maritim global.

Kapal Terbakar

Sementara itu pada Kamis (22/2), operator pelayaran Blue Fleet Group kepada kantor beritaAFPmelaporkan bahwa sebuah kapal kargo yang ditinggalkan di Teluk Aden setelah jadi sasaran serangan pemberontak Yaman, masih tetap mengapung dan mungkin ditarik ke Djibouti pekan ini.

Rubymar, kapal kargo yang membawa pupuk mudah terbakar berbendera Belize, mengalami kerusakan akibat serangan misil pada Minggu (18/2) lalu yang diklaim dilakukan oleh pemberontak Huthi.

"Awak kapal telah dievakuasi ke Djibouti setelah satu misil menghantam sisi kapal, menyebabkan air masuk ke ruang mesin dan buritannya miring," kata Blue Fleet Group. "Misil kedua menghantam dek kapal tanpa menyebabkan kerusakan besar," kata CEO Blue Fleet, Roy Khoury, kepadaAFP.

Serangan terhadap Rubymar telah menimbulkan kerusakan paling signifikan pada kapal komersial sejak Huthi mulai menembaki kapal-kapal yang melintas sejak November lalu.

Informasi terbaru melaporkan bahwa sebuah serangan misil pada Kamis telah menargetkan sebuah kapal yang sedang transit di Teluk Aden, menyebabkan kebakaran di kapal tersebut, kata dua lembaga maritim.

"Sebuah kapal diserang oleh dua misil, mengakibatkan kebakaran di kapal," kata United Kingdom Maritime Trade Operations.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.