Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mantan PM Thaksin Shinawatra Dibebaskan

📅 Senin, 19 Feb 2024, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantan PM Thaksin Shinawatra Dibebaskan Doc: AFP/Jack TAYLOR
Ket. Thaksin Bebas l Mantan PM Thaksin Shinawatra saat tiba di rumahnya di Bangkok pada Minggu (18/2) pagi. Thaksin pada Minggu resmi menerima pembebasan bersyarat.

BANGKOK - Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, telah tiba kembali di rumahnya di Bangkok dari rumah sakit polisi pada Minggu (18/2) pagi, hanya enam bulan setelah dia ditangkap setelah kembali secara dramatis ke kerajaan itu dari 15 tahun pengasingan.

Miliarder kontroversial ini, yang dua kali terpilih sebagai perdana menteri dan digulingkan dalam kudeta militer tahun 2006, dipenjara selama delapan tahun atas tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan sekembalinya ia kembali pada Agustus lalu.

Namun hukumannya dipotong menjadi satu tahun oleh Raja Maha Vajiralongkorn dalam beberapa hari setelah dia kembali dan pemerintah mengatakan pekan lalu bahwa pria berusia 74 tahun itu memenuhi syarat untuk dibebaskan lebih awal karena usia dan kesehatannya.

Thaksin, yang mengenakan penyangga leher dan duduk di samping putrinya Paetongtarn dan Pintongta pada Minggu, keluar dari rumah sakit polisi di pusat kota Bangkok, tempat ia menghabiskan setengah tahun terakhir. Sejumlah orang yang memprotes pembebasannya terlihat berkumpul di depan rumah sakit.

Mobil kemudian melaju ke rumah Thaksin, di mana spanduk selamat datang dipasang di gerbangnya.

Rincian pasti mengenai pembebasannya tidak jelas, namun Thaksin mungkin harus diawasi dan haknya untuk bepergian dibatasi.

"Thaksin tidak akan melibatkan dirinya dalam politik, namun mengatakan jika dan ketika dia siap memberikan nasihat, semua orang di pemerintahan siap mendengarkan," ucap PM Thailand, Srettha Thavisin, Minggu.

Perlakuan Khusus

Kepulangan Thaksin ke Thailand terjadi pada hari yang sama ketika Partai Pheu Thai kembali ke pemerintahan dalam aliansi dengan partai-partai promiliter, membuat banyak orang menyimpulkan bahwa kesepakatan rahasia telah dicapai untuk mengurangi masa hukumannya.

Partai Move Forward yang merupakan partai progresif dan memenangkan kursi terbanyak pada pemilu lalu namun tidak dapat membentuk pemerintahan, mengatakan pembebasan Thaksin menimbulkan pertanyaan apakah ia menerima perlakuan khusus.

"Thailand membutuhkan sistem demokrasi di mana supremasi hukum dan sistem keadilan diterapkan dengan cara yang sama bagi semua orang, tanpa standar ganda bagi masyarakat yang memiliki hak istimewa," kata partai tersebut dalam sebuah pernyataan pada Minggu. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Pa...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.