Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI fokus pertahankan tingkat keamanan pangan yang beredar di Jakarta

📅 Selasa, 13 Feb 2024, 17:26 WIB | Oleh:
DKI fokus pertahankan tingkat keamanan pangan yang beredar di Jakarta Doc: ANTARA/Syaiful Hakim)
Ket. Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kiri) saat meninjau acara sembako murah di Kantor Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (7/2).

Jakarta -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) fokus mempertahankan tingkat keamanan pangan yang beredar di Jakarta selama 2024.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati menyebutkan, kegiatan Pengawasan Pangan Terpadu oleh Dinas KPKP DKI memberikan dampak yang positif.

Berdasarkan data yang diperoleh, kata Suharini saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, persentase keamanan pangan yang beredar di Jakarta mencapai 99,98 persen pada tahun 2023.

"Kalau saat ini sudah pada angka 99,8 persen, tentu harus dipertahankan bahkan ditingkatkan, mengantisipasi masih ditemukannya kandungan bahan berbahaya pada produk pangan yang beredar," katanya.

Ketua Sub Kelompok Urusan Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas KPKP DKI Jakarta, Solihin mengatakan, pengawasan pangan terpadu tahun ini menyasar produk hasil pertanian dan peternakan.

Pada kegiatan pengawasan tersebut dilakukan pengambilan dan pengujian sampel yang terdiri dari sampel pertanian dan peternakan.

Semua sampel diperiksa langsung di lokasi (on the spot) dan didukung oleh operasional mobil laboratorium yang terdiri dari mobil laboratorium pertanian dan peternakan.

"Dalam sehari kita lakukan pengawasan ke lima pasar. Berdasarkan evaluasi kesadaran masyarakat semakin bagus, maka dikurangi frekuensinya," katanya.
Tahun lalu untuk satu pasar tiga kali diambil sampelnya dalam satu tahun. "Tahun ini satu pasar diambil dua kali sampelnya," kata Solihin.

Dinas KPKP DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan Perumda Pasar Jaya dan secara khusus dengan pengelola masing-masing pasar agar seluruh pihak terlibat untuk melakukan pengawasan.

Selain itu, Dinas KPKP DKI Jakarta juga melakukan pemantauan ke sentra-sentra sayuran dan peternakan di luar kota beberapa kali. Upaya tersebut didampingi dinas pangan setempat untuk memastikan dan menjaga pangan yang akan disuplai ke Jakarta sehat sertaaman.

"Kita sifatnya pembinaan kepada pedagang, ketika ditemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, klorin, residu, pestisida dan kebusukan maka kita telusuri dari mana sumbernya, kita tanya pedagangnya," katanya.
Menurut dia, sanksi yang diberikan maksimal bentuknya pemusnahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.