Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panwaslu Tokyo Cek Berlapis untuk Cegah Potensi Kecurangan

📅 Senin, 12 Feb 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Panwaslu Tokyo Cek Berlapis untuk Cegah Potensi Kecurangan Doc: ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu
Ket. Ketua Panwaslu Tokyo Muhammad Arief di TPS Tokyo, Minggu (11/2).

Tokyo - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tokyo menerapkan pengecekan berlapis untuk meminimalisasi potensi kecurangan dalam proses pemilu di wilayah Tokyo, Jepang.

"Sebelum pencoblosan di hari H, di TPS ada pengecekan data berlapis-lapis, sehingga tidak ada yang bisa mengaku sebagai orang lain," kata Ketua Panwaslu Tokyo Muhammad Arief di TPS Tokyo, Minggu (11/2).

Dia menuturkan bahwa sebelum pencoblosan pihaknya telah melakukan sosialisasi tentang bentuk-bentuk pelanggaran berikut dengan hukumannya.

"PPLN dan Panwaslu selalu berkoordinasi. Jadi, kami melakukan pengawasan melekat," katanya.

Arief menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekaan di KPU untuk menghapus data ganda yang ada di Jepang dan Indonesia melalui sistem Sidalih.

"Setelah pencoblosan, saat penghitungan juga kami libatkan saksi dari partai politik ataupun timses untuk mengawal penghitungan. Kita selalu comply dengan stakeholder dan sebagainya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Tokyo Makmur Lubis memastikan proses pemilihan umum berjalan jujur.

"Seluruh data yang kami kumpulkan itu tidak masuk ke KBRI seperti yang tadi dikhawatirkan, tetapi kami ada alamat sendiri. Kami kontrol sendiri," katanya.

Dia memastikan mekanisme yang dilakukan cukup mencegah potensi kecurangan.

"Berapa yang kami keluarkan, untuk siapa, itu tercatat dengan baik di daftar pemilih tetap. Jadi, kami tetapkan dulu daftar pemilihnya, kami kirim suratnya ke orang yang terdaftar itu," ujarnya.

Makmur mengatakan penghitungan suara tetap dilakukan pada 14 Februari mendatang meskipun pemilihan lewat pos dan TPS sudah dimulai.

Sementara itu, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang tidak diperbolehkan untuk menggunakan hak suara di TPS maupun pos.

Berdasarkan data PPLN Tokyo, total terdapat 29.434 pemilih, yang terdiri dari 18.334 laki-laki dan 11.100 perempuan.

Sementara itu, pemilih yang akan mencoblos di TPStercatat sebanyak 2.847 orang, sedangkan 26.587 pemilih memberikan suara mereka lewat pos.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.