Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerataan Bioskop Dorong Kemajuan Industri Film Nasional

📅 Sabtu, 10 Feb 2024, 01:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerataan Bioskop Dorong Kemajuan Industri Film Nasional Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi -Bioskop.

Jakarta - Pengamat sekaligus peneliti film Hikmat Darmawan mengatakan bahwa pemerataan bioskop di daerah-daerah Indonesia menjadi salah satu kunci untuk mendorong kemajuan industri film tanah air.

Hikmat menyoroti adanya ketimpangan persebaran bioskop di Indonesia, dengan 60 persennya terkonsentrasi di Jabodetabek. Kondisi ini mengakibatkan film-film Indonesia, meskipun populer, hanya mampu meraih paling banyak 10 juta penonton karena keterbatasan slot dan layar bioskop.

Hikmatdi Jakarta, Jumat, mengatakan saat ini film Indonesia dengan rekor penonton paling banyak adalah KKN di Desa Penari, yang menyedot sekitar 10 juta penonton.

"Indonesia kan penduduknya 260 juta, tetapi kenapa film terbanyak yang ditonton itu cuma oleh 10 juta penonton Indonesia? Kenapa? Karena bioskop belum tersebar. 60 persen masih di Jabodetabek. Itu pun masih bisa digarap lebih banyak lagi," katanya.

Dia mengatakan, jumlah layar bioskop di Indonesia saat ini mengalami penurunan drastis dibandingkan dengan era 1980-an, yang bisa mencapai 6.600 layar.

"Sekarang kan menuju 2.500 layar saja ngos-ngosan. Dulu 6.600 layar berarti di atas kertas seluruh kabupaten kita ada bioskopnya. Artinya ada lapis bioskop juga, bioskop kelas A, B, C. Sekarang kan seolah-olah bioskop itu harus kelas A semua, harus mewah," kata dia menjelaskan.

Menurut Badan Perfilman Indonesia, saat ini terdapat 517 lokasi bioskop dengan jumlah layar sebanyak 2.145 layar yang tersebar di sekitar 115 kota/kabupaten di seluruh wilayah Indonesia.

Hikmat menilaibioskop kelas menengah ke bawah yang murah justru memiliki potensi besar untuk menjangkau masyarakat di kota-kota kecil.

"Menurut saya, di kota-kota kecil, bioskop yang murah adalah masa depan industri kita. Tapi kan orang berpikirnya (bioskop) kelas Plaza Senayan semua. Itu kan enggak realistis untuk penduduk Indonesia," ujar Hikmat.

Menurut dia, kondisi ini menyebabkan industri film Indonesia masih belum ideal, di mana jumlah bioskop tidak sebanding dengan proporsi penduduk dan potensi pasar yang besar.

Untuk itu, Hikmat menekankan pentingnya pemerataan persebaran bioskop di seluruh wilayah Indonesia untuk membuka potensi besar industri film dan meningkatkan jumlah penonton. Ini akan memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai daerah untuk menikmati film di bioskop dan mendorong pertumbuhan industri film nasional.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat industri film nasional makin tumbuh positif sepanjang 2023, dan berhasil menyedot 55 juta penonton bioskop tanah air.

Tak hanya itu, bahkan tercatat ada 20 film Indonesia yang mendapatkan lebih dari 1 juta penonton pada tahun lalu.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Dessy Ruhati, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (5/2), mengatakan industri film Indonesia merupakan subsektor ekonomi kreatif yang pertumbuhannya sangat positif setelah pandemi COVID-19, dan menjadi salah satu penunjang pendapatan bagi sektor pariwisata di tanah air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.