Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sertifikasi Energi Bersih PLN Makin Diminati Industri

📅 Rabu, 07 Feb 2024, 11:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sertifikasi Energi Bersih PLN Makin Diminati Industri Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - PT PLN (Persero) dinilai berhasil menyediakan energi bersih bagi sektor industri dan bisnis. Indikasinya, penjualan Renewable Energy Certificate (REC) PLN pada 2023 yang bertumbuh 101 persen dibanding 2022.

"Renewable Energy Certificate (REC) PLN semakin diminati, dan pertumbuhannya pada 2023 menjadi lebih masif," kata Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) Ali Ahmudi Achyak dalam keterangan di Jakarta, Selasa (6/2).

Total penggunaan REC mencapai 3,54 TWh dibandingkan dengan realisasi 2022 yang sebesar 1,76 TWh, tambahnya, sejak diluncurkan pada tahun 2020 hingga akhir 2023, penjualan total REC PLN telah melebihi 5 Terrawatt hour (TWh).

"Pentingnya REC sebagai langkah dekarbonisasi, terutama di sektor industri dan bisnis, sebagai respons terhadap tuntutan zaman. Produk yang dihasilkan melalui energi bersih menjadi kunci daya saing industri saat ini," katanya.

REC adalah layanan yang diberikan oleh PLN kepada pelanggan untuk memudahkan mereka memperoleh pengakuan atas penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) secara transparan, akuntabel, dan diakui secara internasional. Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik per megawatt-hour (MWh) yang digunakan berasal dari pembangkit EBT atau nonfosil.

Hingga akhir 2023, lebih dari 269 pelanggan telah memanfaatkan REC PLN, di mana sektor industri dan bisnis di wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan DKI Jakarta menjadi pengguna terbanyak.

Suplai Listrik

Ali menambahkan, terdapat enam pembangkit PLN yang siap menyuplai listrik hijau untuk pelanggan REC, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di Jawa Barat, PLTP Lahendong di Sulawesi Utara. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru di Sulawesi Selatan , PLTP Ulubelu di Lampung, PLTA Cirata di Jawa Barat dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Lambur di Jawa Tengah.

"Banyak hal yang telah dilakukan PLN untuk mencapai net zero emissions (NZE) pada 2060. PLN sudah mengambil langkah yang luar biasa terkait transisi energi," katanya.

Bahkan, tambahnya, pada 2040, PLN sudah menargetkan 75 persen pembangkit mereka itu akan berubah ke energi terbarukan. PLN sedang giat melakukan transisi energi dengan sejumlah cara antara lain dengan co-firing, menggenjot pemanfaatan gas, serta menambah kapasitas pembangkitan listrik melalui geothermal, angin dan matahari.

Ali menjelaskan, PLN sudah memprogramkan antara lain dengan melakukan co-firing yang mengurangi konsumsi batubara dengan dicampur secara perlahan komposisinya dinaikkan dengan biomasa. Ali menjelaskan, ada 52 pembangkit listrik dari 114 pembangkit yang sudah siap membangkitkan listrik dengan co-firing, khusus di Sumatera dan Jawa sekitar 28 pembangkit listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.