Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merenungkan Situasi Krisis, Hasto Berkontemplasi Ketika Habibie Dikepung Tentara Liar

📅 Rabu, 07 Feb 2024, 20:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Merenungkan Situasi Krisis, Hasto Berkontemplasi Ketika Habibie Dikepung Tentara Liar Doc: ANTARA/HO-PDIP
Ket. Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto saat diskusi "Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi" yang digelar FDN di Kuningan, Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Jakarta - Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud MD, Hasto Kristiyanto mengatakan dirinya sengaja datang lebih awal pada diskusi yang digelar Forum Dialog Nusantara (FDN) di Perpustakaan Habibie-Ainun, Kuningan, untuk sejenak berkontemplasi terhadap apa yang terjadi di Wisma Habibie-Ainun tersebut.

Hal ini diuraikan Hasto saat berbicara di diskusi "Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi" yang digelar FDN di Kuningan, Jakarta, Rabu.

"Dalam kontemplasi tersebut, saya teringat buku Detik-detik Yang Menentukan karya Pak Habibie, khususnya ketika dalam situasi kritis menjelang Pengumuman Kabinet Reformasi Pembangunan, Pak Habibie menerima informasi adanya gerakan Pasukan Kostrad yang tanpa sepengetahuan Panglima ABRI saat itu, Jendral Wiranto. Gerakan pasukan itu tidak hanya bentuk dis-obbidience. Terlebih hal itu berkaitan dengan keamanan Pak Habibie dan keluarga," kata Hasto.

Atas dasar laporan tersebut, sejarah mencatat Presiden Habibie mengambil keputusan untuk memecat Pangkrostrad saat itu, yakni Prabowo Subianto.

"Sebelum matahari terbenam, Pangkostrad harus diganti dan penggantinya diserahkan pada Panglima ABRI," ujar Hasto mengutip buku Habibie.

Menurut Hasto pelajaran terpenting dari cerita di atas menunjukkan bahwa political dis-obidience itu berkaitan dengan karakter tentang bagaimana seseorang memancing di air keruh.

"Dalam situasi krisis ketika terjadi krisis moneter, ekonomi, sosial, dan politik, sejarah mencatat bagaimana Pak Prabowo justru mencoba mengambil kesempatan. Untung Presiden Habibie mengambil sikap tegas, bukannya melantik Prabowo sebagai KSAD sebagaimana diusulkan oleh Jenderal Besar AH Nasution, sebaliknya Prabowo diberhentikan dan pada saat bersamaan gerakan pasukan ABRI secara liar langsung ditertibkan," jelasnya.

Untuk diketahui, Ketua Dewan Penasihat FDN Ilham Akbar Habibie menjadi tuan rumah diskusi dengan mengundang perwakilan tim pemenangan dari ketiga pasangan calon presiden menyoroti situasi jelang Pilpres 2024.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024, yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3.

KPU juga telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, masa tenang pada tanggal 11-13 Februari, dan hari-H pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.