Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Kembangkan 'Headset' untuk Bantu Disabilitas Tunanetra

📅 Selasa, 06 Feb 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Peneliti Kembangkan 'Headset' untuk Bantu Disabilitas Tunanetra Doc: FOTO: UNIVERSITAS NASIONAL SINGAPURA
Ket. Prof Suranga Nanayakkara (kiri) bersama mahasiswa NUS Mark Myres saat menguji AiSee sebagai pengguna tunanetra.

SINGAPURA - Tim peneliti National University of Singapore (NUS) mengembangkan sebuah penyuara telinga atau headset baru untuk memberikan "penglihatan" kepada para tunanetra, dengan harga di bawah 500 dollar AS.

Seperti dikutip dari The Straits Times, purwarupa headset yang diberi nama AiSee ini bekerja dengan menganalisis gambar yang dilihat melalui kamera internal dan memberikan informasi tentang objek itu kepada pengguna melalui perintah verbal.

"Kami ingin memikirkan kembali secara mendasar bagaimana antarmuka antara manusia dan teknologi dapat dibuat agar sesuai dengan kemampuan dan harapan target pengguna," ujar peneliti utama Project AiSee di NUS, Suranga Nanayakkara, baru-baru ini.

"Untuk mencapai visi ini, kami menciptakan antarmuka dan interaksi manusia-komputer baru yang terintegrasi secara mulus dengan pikiran, tubuh, dan perilaku pengguna, memberikan peningkatan persepsi dan kognisi," tambahnya.

"Kami menyebutnya augmentasi bantu, yang tidak hanya bertujuan mengompensasi kurangnya kemampuan, namun juga berfokus pada membantu pengguna mencapai potensi penuh mereka," katanya.

Selama studinya di Massachusetts Institute of Technology pada tahun 2012, Nanayakkara melihat bagaimana seorang teman tunanetra memotret catatan kuliah dengan kamera ponselnya.

Dia akan menggunakan tangannya untuk meraba tepi kertas dan kemudian memegang ponsel di atasnya untuk mengambil gambar sebelum menggunakan KNFB Reader, aplikasi seluler untuk pengguna tunanetra, rabun dekat, dan penyandang disabilitas cetak lainnya yang mengubah teks menjadi ucapan, untuk mendengarkan teksnya.

Masih Dikembangkan

Menurut Nanayakkara, perangkat lengkap dengan kamera dapat melakukan pekerjaan lebih cepat dan lebih baik. "Ini adalah inspirasi untuk perangkat khusus ini. Saya ingin mengembangkan antarmuka yang memberikan akses tanpa batas bagi orang-orang untuk berinteraksi dengan dunia," katanya.

Dikenakan di kepala, AiSee adalah perangkat ringkas yang memungkinkan pengguna mengidentifikasi objek dengan mengangkatnya dan mengambil gambar hanya dengan menekan sebuah tombol. Kamera internalnya mengekstrak fitur seperti teks dan logo untuk diproses.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.