IKN Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan
📅 Selasa, 06 Feb 2024, 00:01 WIB | Oleh: Eko S
Doc: KORAN JAKARTA/M FACHRI
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Pulau Kalimantan menguat 5,43 persen, salah satunya didorong oleh pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan, terutama Kalimantan Timur, karena ada aktivitas konstruksi yang tumbuh 15,82 persen," kata Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2).
Seperti dikutip dari Antara, Amalia mengatakan selain aktivitas konstruksi, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur juga didorong oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang disebut juga tumbuh tinggi, imbas pembangunan berbagai infrastruktur di IKN.
Berkat kedua sektor tersebut, tambah dia, Kalimantan Timur memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan, yaitu sebesar 3,24 persen.
Sementara itu provinsi lainnya, tambah Amalia, memberikan sumber pertumbuhan ekonomi masing-masing di bawah 1 persen, yakni Kalimantan Selatan 0,71 persen, Kalimantan Barat 0,68 persen, Kalimantan Tengah 0,46 persen, dan Kalimantan Utara 0,34 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dikatakan, tiga sektor utama yang menjadi sumber pertumbuhan di Pulau Kalimantan adalah pertambangan dan penggalian, konstruksi, dan industri pengolahan.
Meski menjadi salah satu pulau dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, namun kontribusi Pulau Kalimantan terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya sebesar 8,49 persen, di mana Pulau Jawa masih jadi kontributor dominan terhadap PDB sebesar 57,05 persen.
Kemudian, disusul oleh Sumatera yang berkontribusi 22,01 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan ekonomi 4,69 persen pada 2023. Selanjutnya, Sulawesi berkontribusi 7,10 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan ekonomi 6,37 persen, Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi 2,77 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan ekonomi 4,00 persen, serta Maluku dan Papua berkontribusi 2,58 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan ekonomi 6,94 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Investor Asing
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan Badan Usaha Otorita Ibu Kota Nusantara (BUO IKN) untuk berkolaborasi dengan Indonesia Investment Authority (INA) dalam menggarap minat investor asing.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama BUO IKN, Boyke Soebroto, memenuhi undangan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin. "Jadi tadi arahan Presiden, kami diminta berkolaborasi dengan INA. Karena INA saat ini sepertinya sangat dipercaya oleh investor asing," katanya.
Boyke mengatakan pihaknya akan melakukan pemetaan terhadap area di IKN yang akan digarap oleh investor asing untuk segera dikerjakan.
"Badan usaha otorita akan melaksanakan itu karena fungsi kami sebagai 'master developer' itu harus menyiapkan prasarana dan sarananya, termasuk lahan atau tanah itu," katanya.
Pihaknya juga akan menindaklanjuti arahan Presiden melalui pembicaraan teknis yang berkaitan dengan mekanisme dan arah Business to Business (B to B) yang melibatkan INA dengan investor asing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!