Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pendidikan Vokasi Kunci Hadapi Bonus Demografi 

📅 Senin, 05 Feb 2024, 17:11 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pendidikan Vokasi Kunci Hadapi Bonus Demografi  Doc: Istimewa.
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nunung Nuryantono dalam diskusi virtual terkait Strategi Perluasan Lapangan Kerja yang digelar Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Senin (5/2).

JAKARTA- Pemerintah telah menyusun program untuk menyambut bonus demografi yang puncaknya akan terjadi pada 2030. Caranya memperkuat pendidikan vokasi. Ini penting sebab setiap tahun dibutuhkan 3,8 pekerja baru.

Kendatipun pekerjaan konvensional banyak yang hilang, namun pekerjaan baru menambah serapan pekerja. Makanya dibutuhkan pendidikan yang link and match dengan industri.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nunung Nuryantono mengatakan salah satu program yang digencarkan pemerintah untuk menyambut bonus demografi adalah melalui Perpres Nomor 68 Tahun 2022.

"Perpres ini secara khusus menekankan upaya untuk mendorong pendidikan vokasi," ungkapnya dalam acara Dialog Forum Merdeka Barat 9 yang dipantau secara daring, Senin (5/2).

Selain Perpres Nomor 68 Tahun 2022, Nunung juga menyebut Permenko Nomor 6 Tahun 2022. Permenko ini merupakan turunan dari Perpres Nomor 68 Tahun 2022.

"Kemudian juga di bawahnya ada diturunkan melalui Permenko Nomor 6 Tahun 2022. Jadi, dua rujukan ini menjadi penting terutama pada saat generasi kita masuk di dunia kerja untuk melihat bagaimana kesiapan keterampilan yang match dengan yang dibutuhkan oleh dunia usaha," tutur Nunung.

Dia juga menegaskan Kemenko PMK memiliki tugas dan fungsi (tupoksi) dalam tiga hal di antaranya koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian terhadap program-program yang berkaitan dengan pembangunan manusia dan kebudayaan.

Program-program yang mencakup human life cycle of development di antaranya mulai dari prenatal, lahir hingga masuk ke usia produktif bahkan lansia.

"Apa yang sudah dilakukan di dalam konteks penyiapan sumber daya manusia ini menjadi hal yang sangat penting, mulai dari pendekatan prenatal sudah disiapkan. Makanya ada persoalan-persoalan bagaimana mengurangi stunting," terang Nunung.

Ia melanjutkan memang masih ada hal yang yang perlu disempurnakan, terutama dalam hal keterbukaan informasi antara dunia kerja dengan pendidikan. Pasalnya, tidak mudah menyiapkan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Karena itu, basis informasi antara dunia kerja dengan pendidikan ini menjadi sangat penting terkait apa yang dibutuhkan, di situ kemudian kita dorong.

Terkait kesempatan kerja ini, dia mengatakan perlu penambahan skill, kemudian juga upskilling, reskilling, dan seterusnya melalui pendekatan keterampilan sekolah vokasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

11 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.