Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Sulut Terus Tekan Angka Kelahiran Pada Kelompok Usia Remaja

📅 Sabtu, 03 Feb 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN Sulut Terus Tekan Angka Kelahiran Pada Kelompok Usia Remaja Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut melaksanakan pembinaan kesehatan reproduksi bagi remaja kelompok risiko tinggi (anak tidak sekolah) di Kabupaten Bolaang Mongondow TImur.

Manado - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara target menekan angka kelahiran kelompok usia remaja 18/1.000 kelahiran hidup.

"Target tahun ini mengacu pada Renstra BKKBN 2020-2024," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, Diano T Tandaju di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Jumat.

Saat ini, Angka Kelahiran Remaja Umur 15-19 Tahun (Age Specific Fertility Rate atau ASFR 15-19) di provinsi berpenduduk lebih 2,6 juta jiwa tersebut masih berada pada posisi yang terbilang tinggi dengan angka 42/1.000 kelahiran hidup.

Untuk menurunkan angka kelahiran pada kelompok tersebut, kata dia, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut melaksanakan pembinaan kesehatan reproduksi bagi remaja kelompok risiko tinggi (anak tidak sekolah) di kabupaten tersebut.

"Upaya ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi pada remaja kelompok resiko tinggi dalam menurunkan resiko kehamilan yang tidak di inginkan di kabupaten ini," katanya.

Diano berharap, pembinaan kesehatan reproduksi bagi remaja kelompok risiko tinggi (anak tidak sekolah) tersebut dapat memberikan manfaat bagi para remaja untuk memahami fungsi reproduksi sehat, menghindari pernikahan dini, serta kehamilan yang tidak diinginkan.

Selain itu, dapat menyampaikan tentang kesehatan reproduksi sehat kepada sesama remaja dan menjadi panutan untuk hal-hal yang positif.

Diano menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur melalui dinas pendidikan memfasilitasi remaja putus sekolah melanjutkan pendidikan.

"Pemerintah kabupaten memberikan pendidikan secara gratis remaja yang putus sekolah baik pendidikan reguler maupun paket pendidikan nonformal," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.