Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Film Berlin Menuntut 'Kebebasan' 2 Sutradara Iran

📅 Jumat, 02 Feb 2024, 10:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Film Berlin Menuntut 'Kebebasan' 2 Sutradara Iran Doc: AFP
Ket. Aktris Iran Maryam Moghaddam (kiri) dan sutradara film Iran Behtash Sanaeeha (kanan), keduanya berpose saat festival film Berlinale Summer Special di Berlin, Jerman pada 18 Juni 2021.

BERLIN - Festival Film Berlin yang telah lama memperjuangkan sutradara-sutradara Iran, mendesak Teheran pada Kamis (1/2) agar mengizinkan dua pembuat film yang terkena larangan bepergian untuk menghadiri acara bulan ini.

Berlinale mengundang Maryam Moghaddam dan Behtash Sanaeeha untuk mempersembahkan film baru mereka "My Favorite Cake" dalam kompetisi film berhadiah utama Beruang Emas.

Namun dalam sebuah pernyataan, Berlinale mengatakan mengetahui Moghaddam dan Sanaeeha "dilarang bepergian, paspor mereka disita, dan menghadapi persidangan di pengadilan sehubungan dengan pekerjaan mereka sebagai seniman dan pembuat film".

Penyelenggara Carlo Chatrian dan Mariette Rissenbeek mengatakan "terkejut dan kecewa" dengan laporan tersebut dan meminta pihak berwenang Iran "untuk mengembalikan paspor dan mengakhiri semua pembatasan yang mencegah" keduanya untuk hadir ke acara tersebut.

"Berlinale adalah festival yang pada dasarnya berkomitmen terhadap kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, dan kebebasan seni, bagi semua orang di seluruh dunia," kata penyelenggara.

Belum ada konfirmasi resmi atas laporan tersebut.

Namun pada Oktober, surat kabar reformis Arman Melli menulis, Moghaddam dan Sanaeeha, yang ingin meninggalkan Iran menuju Prancis, dilarang keluar negara itu oleh polisi bandara dan paspor mereka disita.

"My Favorite Cake" merupakan sebuah drama tentang seorang wanita lanjut usia yang keluar dari rutinitasnya dan pembatasan yang diberlakukan padanya oleh masyarakat yang sangat konservatif.

Sebagian didanai oleh Berlinale sebagai bagian dari program yang membantu para direktur di seluruh dunia.

Film Moghaddam dan Sanaeeha sebelumnya "Ballad of a White Cow", sebuah drama tentang hukuman mati, ditayangkan perdana di Berlinale 2021.

"Maryam Moghaddam dan Behtash Sanaeeha memiliki sejarah yang panjang dan kaya dengan Berlinale, dan harus diizinkan kembali ke Berlin pada bulan Februari ini," kata festival tersebut.

Berlinale, pameran film Eropa yang paling berwawasan politik, telah lama mendukung sutradara pembangkang dari Iran.

Film tersebut telah menganugerahkan Beruang Emas kepada banyak tokoh terkemuka perfilman Iran termasuk Asghar Farhadi ("A Separation"), Jafar Panahi ("Taxi"), dan Mohammad Rasoulof ("There Is No Evil").

Panahi dan Rasoulof sama-sama menjalani hukuman penjara dan menghadapi larangan bepergian di rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Mourinho Terus Menata Kekuatan Madrid

36 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Mourinho Terus Menata Kekua...
Olahraga
Marc Marquez Siap Kembali k...
Luar Negeri
Prancis Siapkan Pangkalan R...

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.