Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TPN Ganjar-Mahfud: Transisi Energi Jadi Mesin Ekonomi Baru Indonesia

📅 Kamis, 01 Feb 2024, 00:00 WIB | Oleh:
TPN Ganjar-Mahfud: Transisi Energi Jadi Mesin Ekonomi Baru Indonesia Doc: ANTARA/FARHAN ARDA NUGRAHA
Ket. Heru Dewanto, Sekretaris Eksekutif TPN Ganjar-Mahfud

JAKARTA - Transisi energi dapat dimanfaatkan sebagai mesin ekonomi baru guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Transisi energi bukan hanya sebatas transisi penggunaan energi dari semula berbasis fosil menjadi energi baru dan terbarukan (EBT) khusus di sektor tenaga listrik. Sektor lain seperti transportasi, industri, dan rumah tangga juga perlu dielektrifikasi.

"Transisi energi buat kami ini adalah mesin ekonomi baru. Sektor lain seperti transportasi, industri, dan rumah tangga juga perlu dielektrifikasi guna menciptakan permintaan dan penawaran," kata Sekretaris Eksekutif Tim Pemenangan Nasional (TPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Heru Dewanto, saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (30/1).

Seperti dikutip dari Antara, Heru mengatakan saat electrify everything (elektrifikasi segala sektor) maka demand (permintaan) terhadap listrik meningkat, demand terhadap EBT juga meningkat. Nah, di sinilah kemudian terjadi proses transisi dari electrify everything ini adalah peluang bisnis baru, peluang ekonomi baru.

Selain itu, Heru menilai peningkatan pemanfaatan EBT juga sebagai transisi ekonomi di mana pengadaan pembangkit energi yang mulanya terbatas dikuasai oleh pelaku usaha dengan modal besar (high capital) menjadi lebih terdistribusi.

"Transisi ekonomi yang tadinya dikuasai oleh high capital karena pembangkit listrik kan ada yang 100 megawatt ada yang 1.000 megawatt. Nah, itu kan membutuhkan kapital yang sangat besar. Orang-orang kayak kita kan tidak bisa jadi pemain di pengadaan listrik," tutur Heru.

Bisa Didistribusikan

Dengan adanya transisi itu, kata Heru, yang disebut sebagai distributed power generation maka pengadaan pembangkit energi bisa didistribusikan serta tidak dikuasai oleh pihak pemilik modal besar.

"Tapi, kita semua ini bisa juga menjadi power producer, makanya ada istilah prosumer, produsen, dan konsumer. Jadi, kita semua kan bisa pasang pembangkit listrik sendiri di rumah," ucap Heru.

Sebelumnya, ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, menilai program electrifying agriculture (EA) atau elektrifikasi pertanian sebagai inovasi nyata untuk mewujudkan transisi energi yang berkeadilan di Tanah Air.

Menurutnya, program yang konsisten dijalankan oleh PT PLN (Persero) ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, melainkan juga pada perekonomian. "Kita apresiasi inovasi ini karena telah memberikan multiplier effect yang sangat nyata sekaligus berkeadilan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.