Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siasat Bertahan Produsen Kue Keranjang

📅 Kamis, 01 Feb 2024, 23:33 WIB | Oleh:
Siasat Bertahan Produsen Kue Keranjang Doc: antara

Pemilik usaha kue keranjang Hoki, Kim Hin Jauhari, bersiasat untuk mempertahankan bisnis kue khas Imlek yang proses pembuatannya membutuhkan waktu lama tersebut.

"Usaha ini kan sebenarnya menyita banyak waktu, tempat, dan juga tenaga ya. Jadi, mungkin banyak yang tidak mau itu karena alasan itu," kata Jauhari ketika ditemui di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis.

Jauhari, yang memproduksi kue keranjang sejak tahun 1988, melihat penurunan minat untuk memproduksi kue keranjang tersebut sebagai peluang.

"Dengan keadaan yang seperti ini kan otomatis ini jadi peluang bagi kami-kami yang masih menggeluti usaha ini," kata Jauhari.

Jauhari berusaha memperluas pemasaran produk dengan memanfaatkan platform penjualan via daring.

"Memang kalau penjualan ini masih didominasi oleh warga Jabodetabek ya. Tapi, ketika sudah masuk keonline, penjualan bisa ke luar Jawa," kata dia.

Namun, pengiriman kue keranjang ke luar Pulau Jawa juga ada tantangannya. Kue berisiko rusak atau menurun kualitasnya selama pengiriman.

Jauhari menyiasati masalah itu dengan memperbaiki pengemasan, membungkus kue keranjang menggunakan plastik vakum sebelum mengirimnya ke luar daerah.

Dia juga bertahan menggunakan cara tradisional dalam membuat kue keranjang, yang bahan dasarnya terdiri atas tepung ketan, gula pasir, dan air.

Proses pembuatan kue keranjang secara tradisional membutuhkan waktu 16 sampai 17 jam.

"Kami produksi kue keranjang ini masih mengedepankan cara-cara tradisional, seperti masih menggunakan daun pisang tertentu, dan juga keranjang bambu. Itu semua ada maksud dan tujuannya," kata Jauhari.

"Kue ini kan bisa saya jamin tanpa menggunakan pengawet dan juga pewarna buatan ya, jadi umurnya itu memang tidak lama. Jamurnya itu cepat, tapi jamur itu hanya terdapat di bagian plastiknya saja, kalau bagian dalamnya itu bisa cukup lama bertahannya. Jadi tidak perlu khawatir," ia menjelaskan.

Permintaan kue keranjang Hoki meningkat menjelang perayaantahun baru Imlek. Pegawai di tempat produksi kue keranjang itu tidak henti-hentinya bekerja.

Kue keranjangHoki dalam kemasan plastik standar dijual dengan harga mulai Rp50 ribu sedangkan yang premium harganya mulai Rp85 ribu.

Kue keranjang Hoki yang dibungkus menggunakan daun pisang harganya berkisar Rp200 ribu hingga Rp2 juta sesuai dengan susunan yang dikehendaki pembeli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.