Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rencana Induk Keanekaragaman Hayati IKN Diluncurkan Maret

📅 Rabu, 31 Jan 2024, 03:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rencana Induk Keanekaragaman Hayati IKN Diluncurkan Maret Doc: antara
Ket. Kepala Otorita IKN Bambang Susantono.

JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara akan meluncurkan Rencana Induk Keanekaragaman Hayati pada Maret 2024 bertepatan dengan Hari Hutan Sedunia atau International Day of Forests.

"Terkait dengan keanekaragaman hayati, kita juga ingin memiliki suatu perencanaan yang tepat untuk hal tersebut. Insya Allah di Maret tahun ini pada Hari Hutan Sedunia, kita meluncurkan Rencana Induk Keanekaragaman Hayati," ujar Kepala Otorita IKN Bambang Susantono di Jakarta, Selasa (30/1).

Rencana induk itu, lanjutnya, saat ini sedang dilakukan ekstensif diskusi oleh Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam dengan para pemangku kepentingan. "Karena kami tidak mau Rencana Induk Keanekaragaman Hayati ini tidak didukung oleh para pemangku kepentingan. Mudah-mudahan Maret kita sudah punya itu," kata Bambang.

Menurut dia, keanekaragaman hayati merupakan salah satu hal penting bagi OIKN untuk mendapatkan kepercayaan dunia internasional atau Internasional confidence pada perencanaan dan pembangunan Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Bagaimana yang namanya hutan-hutan yang kami kembalikan menjadi hutan tropis itu nantinya memiliki keanekaragaman hayati yang dapat kita banggakan bersama," ujar Bambang.

Langkah keanekaragaman hayati ini juga menepis tuduhan-tuduhan deforestasi, karena dengan perencanaan induk tersebut maka IKN ingin mengajak dunia internasional untuk bersama-sama membuat apa yang disebut Rencana Induk Keanekaragaman Hayati (Nature Postive Plan) di mana ada suatu perencanaan yang dari tahun ke tahun bagaimana meningkatkan keanekaragaman hayati di IKN.

Otorita IKN menyusun rencana induk pengelolaan keanekaragaman hayati di IKN dengan melibatkan berbagai pihak. Visi dari rencana induk pengelolaan keanekaragaman hayati IKN, yakni mewujudkan kota hutan berkelanjutan yang memberikan kontribusi kepada tujuan konservasi biodiversitas nasional maupun global.

Misi dari rencana induk tersebut, antara lain mempertahankan ekosistem hutan dan lahan basah yang masih tersisa, kemudian merehabilitasi, merestorasi, dan mereklamasi ekosistem yang rusak.

Lalu mengoptimalkan kinerja para pihak dalam pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati. Kemudian meningkatkan kapasitas dan kepedulian masyarakat adat serta lokal dalam pengelolaan keanekaragaman hayati. Misi selanjutnya menegakkan peraturan perundang-undangan dalam rangka pengelolaan keanekaragaman hayati.

Otorita IKN juga menyampaikan keterlibatan investor swasta domestik menjadi penting dalam pembangunan IKN di Kaltim. "Investor domestik penting karena mereka yang lebih banyak tahu bagaimana kondisi di lapangan dan bagaimana mengatasi resiko-resiko yang ada, dibandingkan investor asing," ujar Bambang. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.