Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran Luncurkan 3 Satelit ke Orbit, Program yang Menuai Kritik Barat

📅 Senin, 29 Jan 2024, 15:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Iran Luncurkan 3 Satelit ke Orbit, Program yang Menuai Kritik Barat Doc: AFP/Kementerian Pertahanan Iran
Ket. Gambar selebaran yang diberikan Kementerian Pertahanan Iran pada 28 Januari 2024 memperlihatkan kapal induk satelit dua tahap Simorgh (Phoenix) Iran berada pada platform peluncuran di lokasi yang dirahasiakan.

TEHERAN - Iran meluncurkan tiga satelit ke orbit secara bersamaan pada Minggu (28/1), seminggu setelah peluncuran satelit penelitian yang dilakukan Garda Revolusi Iran menuai kritik dari Barat.

"Tiga satelit Iran telah berhasil diluncurkan ke orbit untuk pertama kalinya," TV pemerintah melaporkan.

Satelit-satelit tersebut dibawa oleh pembawa satelit dua tahap Simorgh (Phoenix) dan diluncurkan ke orbit minimum 450 km, kata media tersebut.

Satelit Mahda, yang berbobot sekitar 32 kg dan dikembangkan oleh Badan Antariksa Iran, dirancang untuk menguji subsistem satelit canggih, kata kantor berita resmi IRNA.

Dua satelit lainnya, Kayhan 2 dan Hatef, masing-masing berbobot di bawah 10 kg dan bertujuan untuk menguji teknologi penentuan posisi berbasis ruang angkasa dan komunikasi pita sempit, tambah IRNA.

Pekan lalu, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengirim satelit penelitian Soraya ke luar angkasa.

Inggris, Prancis, dan Jerman mengutuk peluncuran tersebut dalam sebuah pernyataan yang ditolak oleh Iran karena dianggap "mengintervensi".

Pemerintah negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat telah berulang kali memperingatkan Iran agar tidak melakukan peluncuran semacam itu, dengan mengatakan bahwa teknologi yang sama dapat digunakan untuk rudal balistik, termasuk yang dirancang untuk mengirimkan hulu ledak nuklir.

Iran membantah ingin membuat senjata nuklir, bahwa peluncuran satelit dan roketnya hanya untuk tujuan sipil atau pertahanan saja.

Iran telah mengalami beberapa kali gagal dalam peluncuran satelit di masa lalu.

Keberhasilan peluncuran satelit militer pertamanya ke orbit, Nour-1, pada April 2020 menuai teguran keras dari AS.

Teheran berada di bawah sanksi AS yang melumpuhkan sejak penarikan Washington dari perjanjian nuklir penting pada 2018 yang memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas pembatasan aktivitas nuklirnya yang dirancang untuk mencegah negara itu mengembangkan hulu ledak atom.

Iran selalu membantah berambisi mengembangkan kemampuan senjata nuklir, dan bersikeras bahwa aktivitasnya sepenuhnya untuk tujuan damai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

54 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...

Remake 'The Blair Witch Project' Dijadwalkan Rilis Tahun 2027

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.