Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Heru: Periksa Kesehatan Sebelum Nikah Minimalkan Kasus Stunting

📅 Sabtu, 27 Jan 2024, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Heru: Periksa Kesehatan Sebelum Nikah Minimalkan Kasus Stunting Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam pasar sembako murah di Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (26/1/2024).

JAKARTA - Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan pengantin sebelum pernikahan di usia muda dapat meminimalisasi risiko tengkes.

Hal tersebut disampaikan Heru menyusul tingginya angka pernikahan anak usia dini di wilayah DKI Jakarta.

"Tadi terkait ibu-ibu (usia) 15 sampai 19 pasti ada. Intervensi (pemeriksaan) waktu (sebelum) dia (pengantin) nikah kan kalau mendaftar nikah sudah diberitahu pergelangan tangannya, gizinya. Kalau misalnya gizinya cukup dan lain-lain ya mungkin tidak stunting (bayi)," kata Heru saat ditemui di Jakarta pada Jumat (26/1).

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan, Perlidungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, terdapat 9.131 anak usia di bawah 21 tahun yang berstatus menikah pada tahun 2022.

Mengenai tengkes, Heru menyebut bahwa pihaknya tetap mengupayakan penurunan tengkes di wilayah tersebut.

"Ya kan memang saya sampaikan, stunting itu di Jakarta itu terus saya cari untuk bisa bayi itu mendapatkan kehidupan yang sama (dengan bayi lainnya)," ujar Heru.

Heru menambahkan bahwa hingga kini, terdapat lebih dari 6.000 dari sekitar 10.000 bayi yang awalnya terindikasi tengkes dan sudah bebs tengkes.

"Terakhir itu 10.000 (bayi terindikasi tengkes) dan yang telah lepas dari stunting itu kurang lebih enam ribuan. Kemarin saya menjelaskan kepada Kemendagri saat saya evaluasi, saya sampaikan jadi ada yang stunting ada yang rawan gizi," pungkas Heru.

Sebelumnya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan dengan adanya pelarangan pernikahan anak dapat mencegah terjadinya stunting pada anak.

"Stunting ini tidak bisa hanya dilakukan satu sisi saja melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu sampai hilir," ujar Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama BKKBN Pusat Dwi Listyawardhani, saat rapat koordinasi stunting di Bandar Lampung, Senin (10/7/2023).

Ia mengatakan salah satu cara untuk mencegah stunting sejak dini yaitu dengan mencegah adanya pernikahan anak.

"Perkawinan anak ini jadi prioritas kita semua, dan ini harus dihentikan, sebab dengan pelarangan pernikahan dini tersebut dapat mencegah lahirnya generasi yang berpotensi mengalami stunting," katanya.

Dia menjelaskan pernikahan dini dinilai akan berpotensi menghasilkan anak sunting akibat beberapa hal seperti tidak tercukupinya kebutuhan gizi anak akibat finansial pasangan muda yang belum stabil, dan belum ada kesiapan dari ibu muda dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sebab masih dalam masa pertumbuhan serta secara psikologis belum siap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.