Penderitaan Rakyat Jelata di Bawah Oligarki Para Bangsawan
📅 Jumat, 26 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoDua konsul dipilih setiap tahun, dan seorang pria tidak dapat dipilih sebagai konsul dua kali berturut-turut. Masing-masing konsul mempunyai hak veto terhadap konsul lainnya, dan masing-masing konsul berbagi komando legiun Romawi selama kampanye militer.
Kualifikasi awal untuk jabatan tersebut tidak jelas, namun terlihat jelas pada abad ke-5 SM. Setiap konsul berasal dari kelas bangsawan, yang menunjukkan bahwa mungkin ada pembatasan yang mencegah kaum pleb untuk bertugas.
Tidak Menentu
Pada tahun-tahun awal, kelangsungan hidup Republik tidak menentu. Raja terakhir, Tarquinius Superbus, berada di pengasingan, dan Roma tidak pernah yakin musuh-musuhnya yang mana yang akan mendukung upayanya untuk kembali berkuasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Negara kota itu berperang melawan salah satu dari banyak negara kota saingannya hampir setiap tahun, seperti Etruria Veii dan Clusium. Meski tidak terlibat langsung, konflik lain berdampak pada Roma. Perang Yunani melawan Persia dan pertempuran negara-kota Yunani dan Etruria di Italia dengan kerajaan perdagangan Kartago yang kuat berarti terganggunya jaringan perdagangan. Terlepas dari ancaman-ancaman ini, Roma tampak makmur, seperti yang ditunjukkan oleh jumlah kuil yang dibangun pada tahun-tahun awal Republik ini.
Pada 495 SM, terjadi ketegangan sosial yang memuncak di dalam kota. Tahun itu Romawi mengalahkan tentara Latin yang dipimpin oleh Raja Tarquinius yang diasingkan. Roma juga mencegah serangan Volsci, suku yang menduduki perbukitan di selatan Latium.
Segera setelah tentara kembali ke kota, keluhan ketidakpuasan terhadap utang yang menindas, kekejaman penagih utang, dan perlunya reformasi utang beredar. Livy menceritakan kisah seorang veteran militer yang harta benda dan harta bendanya dijarah oleh Sabine saat dia bertugas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian ia harus meminjam uang untuk membayar pajak baru yang dikenakan kepada rakyat. Karena tidak mampu membayar suku bunga yang tinggi, veteran tersebut menjual tanah pertanian ayahnya dan kemudian tanah milik kakeknya. Celakanya semua itu tidak cukup untuk menutupi hutangnya. Buntutnya ia dijebloskan ke penjara.
Penderitaan pria tersebut telah menimbulkan kemarahan di seluruh kota, dan kaum pleb berkumpul di Forum sebuah komplek bangunan yang kini telah menjadi reruntuhan yang terletak tepat di depan Pantheon. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!