Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Ibu Muda Wajib Paham Ini, Ahli Kesehatan Anak Kemukakan Penyebab Anak Tidak Mau Makan

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Ibu Muda Wajib Paham Ini, Ahli Kesehatan Anak Kemukakan Penyebab Anak Tidak Mau Makan Doc: Antara/Pixabay
Ket. Ilustrasi bayi makan.

Jakarta - Ahli kesehatan anak, dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, mengemukakan penyebab anak tidak mau makan atau hanya menginginkan satu jenis makanan tertentu saja untuk dimakan.

"Yang sering kita lihat pada anak-anak yang susah makan itu dikasihnya itu-itu saja. Jadi itu yang membuat anak jadi jatuh ke rasa makanan yang itu-itu saja," katanya dalam diskusi tentang MPASI dalam memperingati Hari Gizi Nasional yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Partiwimenyebutkan kebiasaan memberikan satu jenis makanan tertentu kepada anak, lama kelamaan menyebabkan anak menjadi enggan mencoba jenis makanan baru atau picky eater dan hanya mau makan dengan jumlah yang sedikit atau small eater.

Untuk itu ia menyarankan kepada para ibu untuk lebih berani dalam berkreasi menciptakan makanan pada anak, terutama pada saat anak berusia 6-23 bulan, atau pada waktu anak sedang mengonsumsi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI).

Menurutnya, anak dalam periode tersebut sedang mengalami periode kritis dalam belajar dan mengeksplorasi beragam jenis makanan.

"Karena sebenarnya bayi itu kalau sudah (usia) enam bulan, sebenarnya kasih apa saja bisa. Ya, kasih makanan yang ibunya konsumsi, asal memenuhi proporsi yang dibutuhkan bayi, itu bisa. Jadi tidak usah khawatir, apalagi kalau bayi dari awal kita sudah lihat nih, bayinya akan sulit makan, itu kelihatan biasanya," ujar Partiwi.

Selain jenis makanan, ia juga mengemukakan pentingnya protein baik nabati maupun hewani dalam makanan yang dikonsumsi, agar tumbuh kembang anak menjadi optimal.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Kerja Standar Kecukupan Gizi dan Mutu Pelayanan Gizi dan Kesehatan Ibu-Anak (KIA) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mahmud Fauzi mengatakan kombinasi antara protein hewani dan nabati penting bagi tumbuh kembang anak.

"Dalam komposisi bahan makanan yang dikonsumsi, kita harapkan untuk anak-anak balita, karena sekarang sedang masa tumbuh kembang, terutama di usia 6-23 bulan itu memang diharapkan proteinnya," kata Fauzi.

Selain kedua jenis protein tersebut, ia juga menyebutkan buah-buahan boleh diberikan kepada anak di usia tersebut, demi meningkatkan selera makannya.

"Karena seperti yang kita kenal, makanan itu ada yang sebagai sumber zat untuk energi, ada yang sumber zat pembangun yang biasa disebut dengan protein, kemudian satu lagi adalah zat pengatur yang berasal dari sumber-sumber sayur dan buah," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.