Guru Besar UI Buat Terobosan Baru untuk Atasi Kebotakan Rambut
📅 Kamis, 25 Jan 2024, 13:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antarafoto
DEPOK - Dengan sel punca dan turunannya, Guru Besar Bidang Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) Prof Dr dr Lili Legiawati, Sp. D.V.E, Subsp. D.K.E., membuat terobosan baru untuk mengatasi kebotakan dan kerontokan rambut yang diharapkan bermanfaat di masa depan.
"Sel punca dan turunannya menjadi salah satu harapan yang menjanjikan di masa depan, untuk dimanfaatkan penggunaannya dalam mengatasi masalah kerontokan dan kebotakan rambut," kata Prof Lili Legiawati di Kampus UI Depok, Kamis (25/1).
Sel punca atau sel induk merupakan sel cikal bakal yang belum membelah. Sel punca memiliki potensi untuk berkembang menjadi sel dengan fungsi spesifik dan membentuk berbagai macam jaringan tubuh.
Prof Lili menjelaskan karakteristik khas sel punca adalah dapat memperbarui dirinya sendiri dengan cara membelah secara ekstensif dengan tetap mempertahankan bentuk awalnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sel punca yang memiliki potensi regenerasi pada folikel rambut dapat diperoleh dari berbagai sumber, contohnya jaringan adiposa, sumsum tulang, atau folikel rambut pada area yang tidak terdampak gangguan kebotakan," ujarnya.
Terapi sel punca memiliki tiga mekanisme prospektif, salah satunya adalah tandur sel punca, medium terkondisikan sel punca (sekretom), dan aplikasi eksosom sel punca.
Beberapa penelitian di luar dan dalam negeri telah dilakukan untuk membandingkan berbagai penggunaan sel punca dan turunannya dengan plasebo atau pengobatan lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penelitian kami terkait penggunaan sekretom pada pengobatan kebotakan berpola (Alopesia androgenetik) di tahun 2021 dan 2023, mendapatkan hasil yang baik. Subjek yang mendapatkan terapi sekretom menunjukkan perbaikan pada jumlah, kepadatan, dan diameter rambut yang bermakna," ujar Prof Lili.
Lebih lanjut, ia mengatakan penggunaan cairan darah yang kaya trombosit untuk pengobatan kerontokan dan kebotakan rambut memberikan hasil yang baik juga.
Cairan darah yang kaya trombosit adalah sediaan yang berasal dari darah pasien atau orang lain (donor) mengandung trombosit dengan konsentrasi tinggi dan berbagai macam faktor pertumbuhan rambut, serta berbagai protein yang memiliki peranan penting untuk pertumbuhan rambut.
"Pada tahun 2022, kami melakukan penelitian untuk menguji penggunaan cairan darah kaya trombosit untuk pengobatan kebotakan berpola. Hasil penelitian terdapat perbaikan pada jumlah, kepadatan, dan diameter rambut yang bermakna," katanya.
Ia menambahkan banyaknya penelitian sel punca dan turunannya di dalam dan luar negeri dengan hasil yang memuaskan, menunjukkan bahwa sel punca dan turunannya merupakan pilihan yang potensial dan dapat menjadi pengobatan yang menjanjikan di masa yang akan datang, khususnya untuk kelainan kerontokan dan kebotakan rambut, selain untuk pengobatan berbagai penyakit lainnya.
Penelitian terkait dengan topik serupa juga telah dilakukan oleh Prof. Lili dan diterbitkan di berbagai jurnal nasional maupun internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!