Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Peringatkan Kesepakatan tentang Pandemi Masih Bermasalah

📅 Rabu, 24 Jan 2024, 00:03 WIB | Oleh:
WHO Peringatkan Kesepakatan tentang Pandemi Masih Bermasalah Doc: JOEL SAGET/AFP
Ket. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus

JENEWA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengaku khawatir rencana perjanjian antisipasi pandemi global akan berantakan di tengah perselisihan dan disinformasi. Dia mengingatkan kesepakatan tentang pandemi masih bermasalah.

"Waktunya sangat singkat dan masih ada beberapa masalah yang belum terselesaikan. Saya memperingatkan generasi mendatang mungkin tidak akan memaafkan kita," kata Tedros kepada dewan eksekutif WHO di Jenewa, Senin (21/1).

Dikutip dari Barron, dunia terguncang oleh pandemi Covid-19, lebih dari dua tahun yang lalu dan 194 negara anggota WHO memutuskan untuk mulai membahas perjanjian internasional yang bertujuan memastikan negara-negara lebih siap menghadapi bencana kesehatan berikutnya atau untuk mencegahnya sama sekali.

Adapun rencana untuk mengesahkan perjanjian tersebut pada Majelis Kesehatan Dunia 2024, badan pengambil keputusan WHO, yang bersidang pada 27 Mei. Namun, Tedros mengatakan momentum tersebut telah diperlambat oleh sikap yang mengakar dan banjir berita palsu, kebohongan, dan teori konspirasi.

Dia memperingatkan jika tidak ada yang siap untuk mengambil inisiatif atau memberikan landasan, keseluruhan proyek berisiko tidak akan menghasilkan apa-apa.

"Kegagalan untuk mencapai kesepakatan akan menjadi kesempatan yang terlewatkan dan generasi mendatang mungkin tidak akan memaafkan kita," katanya.

Tedros mengatakan semua negara memerlukan kapasitas untuk mendeteksi dan berbagi patogen yang menimbulkan risiko, serta akses tepat waktu terhadap tes, pengobatan, dan vaksin.

Kesepakatan Kuat

Dia menyerukan kesepakatan kuat yang akan membantu melindungi anak dan cucu kita dari pandemi di masa depan.

Tedros mengatakan klaim bahwa perjanjian tersebut akan menyerahkan kedaulatan kepada WHO atau memberinya wewenang untuk memberlakukan lockdown dan mandat vaksin adalah sepenuhnya salah. "Kita tidak bisa membiarkan perjanjian bersejarah ini, tonggak sejarah dalam kesehatan global, disabotase."

Negara anggota WHO memutuskan pada bulan Desember 2021 untuk membuat instrumen internasional baru mengenai pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi, yang bertujuan untuk memastikan kelemahan yang menjadikan Covid-19 sebagai krisis global tidak akan terjadi lagi.

Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan, mengingatkan negara-negara bagaimana pandemi Covid-19 telah menghancurkan sistem sosial, ekonomi, dan politik kita dan menjadi masalah bernilai triliunan dollar.

"Di tengah konflik geopolitik besar, ini adalah satu hal yang disepakati dunia," katanya.

Roland Driece dari Belanda, yang ikut memimpin perundingan tersebut, mengatakan proyek tersebut telah meringkas proses tujuh tahun menjadi dua tahun. Dia mengatakan perjanjian tersebut harus ambisius, inovatif, dan dengan komitmen yang jelas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

50 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.