Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Unair Tegaskan Etika Sangat Penting dalam Berdebat Politik

📅 Selasa, 23 Jan 2024, 20:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar Unair Tegaskan Etika Sangat Penting dalam Berdebat Politik Doc: antarafoto
Ket. Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr. Suko Widodo

SURABAYA - Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr. Suko Widodo menegaskan etika sangat penting dalam berdebat politik agar masyarakat paham terhadap gagasan yang disampaikan para calon pemimpin.

Dr. Suko di Surabaya, Selasa menjelaskan bahwa selain tema yang jelas, debat memerlukan cara berkomunikasi yang benar. Semua yang dibicarakan harus menjadi jelas dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti agar sebuah diskusi dapat berjalan.

"Yang bicara harus mengerti sehingga peserta dan lawan bisa mengikuti alur berpikir sehingga nanti akan keluar argumentasi sanggahan atau usulan yang masuk akal terhadap ide itu," kata dosen ilmu komunikasi itu.

Tujuan dari debat, lanjut Suko, adalah untuk mengadu pikiran, mengadu ide, serta mengadu gagasan. Maka dari itu, tema di dalam debat harus menjadi fokus dalam perdebatan.

Ia menganggap gestur-gestur berlebihan itu tidak menjadi perlu di dalam suatu debat. "Komunikasi itu menyangkut rasa dengan tiga unsur penting berupa logika, etika, dan estetika, sehingga gaya komunikasi itu menjadi penting bagi calon pemimpin," tuturnya.

Lebih lanjut, Suko mengatakan bahwa banyak orang mengatakan bahwa penggunaan istilah itu merupakan sebuah strategi dalam debat. Namun menurut dia komunikasi politik itu, penggunaan istilah itu memang benar adalah sebuah strategi, namun tidak berada pada level yang tinggi.

"Strategi debat itu terdiri dari level 1 sampai 6, mestinya semakin matang berpikirnya semakin bijak. Pengambilan kebijakan itu pada level 6, bukan teknis atau level 1. Itu baru menunjukkan kualitas orang," ujarnya.

Untuk mencapai komunikasi efektif di dalam debat, istilah-istilah harus dijelaskan dengan mantap kepada semua audiens dalam perdebatan. Ditopang dengan cara penyampaian yang benar, ide yang digagas akan tersampaikan kepada masyarakat.

"Sehingga masyarakat dapat menilai calon pemimpin yang akan mereka pilih pada 14 Februari mendatang," ucapnya.

Selain itu, debat merupakan tradisi di dalam demokrasi dan cara untuk menemukan kebaikan yang tepat, sehingga tidak ada kata menang atau kalah di dalam perdebatan.

Debat mencari pemikiran-pemikiran yang bagus agar dapat menjadi alat bagi masyarakat untuk menyeleksi calon pemimpin mereka. "Bagaimana kita bisa mem-promote atau mempresentasikan ide-ide agar bisa diterima orang banyak dengan argumentasi-argumentasi," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.