Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran-Pakistan Saling Serang, AS Desak Kedua Negara Menahan Diri

📅 Jumat, 19 Jan 2024, 09:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Iran-Pakistan Saling Serang, AS Desak Kedua Negara Menahan Diri Doc: AFP/Brendan SMIALOWSKI
Ket. Presiden AS Joe Biden berbicara kepada wartawan sebelum menaiki Marine One di Halaman Selatan Gedung Putih.

WASHINGTON - Amerika Serikat pada Kamis (18/1) mendesak Pakistan dan Iran untuk menghindari peningkatan ketegangan setelah kedua negara saling melancarkan serangan udara. Presiden Joe Biden mengatakan bentrokan itu menunjukkan Iran tidak "disukai" di wilayah tersebut.

Ketegangan antara Islamabad (sekutu AS) dan Teheran (musuh AS) meningkat setelah Iran menyerang sasaran-sasaran yang diduga militan di Pakistan,danPakistanmembalasnya dengan cara yang sama.

Situasi ini juga menambah kerusuhan yang lebih luas di dalam dan sekitar Timur Tengah, di mana proksi Iran berkonfrontasi dengan Israel dan AS menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober.

"Seperti yang Anda lihat, Iran tidak terlalu disukai di kawasan ini," kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya tentang bentrokan tersebut.

Biden mengatakan AS kini berusaha memahami bagaimana situasi Iran-Pakistan akan berkembang. "Ke mana arahnya, kami sedang mendalaminya sekarang, saya tidak tahu ke mana arahnya."

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan, AS memantau situasi "dengan sangat cermat" dan berhubungan dengan para pejabat Pakistan.

"Ini adalah dua negara yang mempunyai persenjataan lengkap dan sekali lagi kami tidak ingin melihat eskalasi," kata Kirby kepada wartawan yang bepergian bersama Biden dengan pesawat Air Force One.

Iran melakukan serangan udara pada Selasa, dengan mengatakan pihaknya menargetkan kelompok ekstremis Muslim Sunni di balik serangkaian serangan di wilayah Iran. Pakistanmengatakan dua anak tewas.

Pakistan menanggapinya dengan serangan di Iran terhadap apa yang dikatakannya sebagai militan separatis yang mendukung pemberontakan di provinsi Baluchistan di barat daya yang bergolak. Teheran mengatakan sembilan orang tewas dan memanggil utusan Pakistan.

Pengekangan

"Kami prihatin dengan meningkatnya ketegangan di kawasan ini dan kami akan terus mendesak semua pihak untuk menahan diri," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller dalam sebuah pengarahan.

"Kami tidak percaya hal ini harus meningkat dengan cara, bentuk atau bentuk apa pun.Pakistanadalah sekutu utama AS di luar NATO, dan hal ini akan tetap terjadi, namun kami akan mendesak agar kasus ini ditahan."

Sekjen PBB Antonio Guterres juga "sangat prihatin" dengan serangan Iran-Pakistan, kata juru bicaranya.

"Dia mendesak kedua negara untuk menahan diri secara maksimal untuk menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut," kata juru bicaranya Stephane Dujarric.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkab Tangerang Galang Dan...
Advertisement
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.