Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Dunia Tumbuh Melambat Tahun Ini

📅 Kamis, 18 Jan 2024, 08:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Dunia Tumbuh Melambat Tahun Ini Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia melambat pada 2024 dengan ketidakpastian pasar keuangan yang mulai mereda.

"Ekonomi global diperkirakan tumbuh sebesar 3 persen pada 2023 dan melambat menjadi 2,8 persen pada 2024," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Bulan Januari 2024, di Jakarta, Rabu (17/1).

Ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tetap kuat didukung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melambat seiring dengan tetap melemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan dari pelemahan kinerja sektor properti serta terbatasnya stimulus fiskal.

Perry menuturkan penurunan inflasi di negara maju termasuk AS berlanjut meski masih berada di atas sasaran. Inflasi di Tiongkok juga menurun.

Siklus kenaikan suku bunga kebijakan moneter negara maju termasuk Fed Funds Rate diperkirakan telah berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I-2024 dengan kemungkinan akan mulai menurun pada semester II-2024.

Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah negara maju termasuk US Treasury menurun secara gradual, tapi masih berada di level tinggi sejalan dengan premi resiko jangka panjang term premia terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah AS.

Tekanan penguatan nilai tukar dollar AS terhadap berbagai mata uang dunia termasuk negara-negara emerging markets juga berkurang.

Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di emerging markets termasuk Indonesia.

Ke depan beberapa risiko global tetap perlu dicermati, karena dapat mempengaruhi ketidakpastian perekonomian dunia seperti berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara utama termasuk Tiongkok, serta kepastian waktu dan besarnya penurunan suku bunga moneter negara maju khususnya.

Ketidakpastian Tinggi

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan kondisi perekonomian global saat ini mengindikasikan ketidakpastian masih tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.